SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Usaha Pertamini yang prospektif di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menimbulkan ide kreatif Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI Babat untuk membuka usaha Pertamini dilingkungan sekolah. Konsumennya rata-rata adalah para guru dan siswa setempat.
Pertamini yang menjual Pertalite itu di tempatkan di gerbang pintu sekolah. Yang menjadi operator Pertamini adalah penjaga sekolah. Dengan modal kulakan pertalite kurang lebih Rp 3 juta.
“Pertamini dikelola oleh koperasi sekolah. Pihak sekolah sengaja mendirikan Pertamini untuk melayani kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) para siswa dan dewan guru karena dari sekitar 500 orang siswa mayoritas membawa motor,” kata Waka Kesiswaan Abdullah Ismail, Sabtu (22/10/2016).
Usaha Pertamini baru dibuka sebulan lalu, dan cukup menjanjikan. Rata-rata dalam sehari penjualan Pertamini antara Rp100 ribu sampai Rp150 ribu. Nilai pembelian minimal Rp5000.
Salah satu siswa Eko Siswanto mengaku senang dengan adanya Pertamini itu. “Sejak ada Pertamini di sekolah tidak harus antri panjang dan berpanas-panasan di SPBU,” ungkapnya. (tok)