SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Puluhan rumah di Dusun Mbiru, Desa Keradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur sekira pukul 18:00 WIB porak poranda diterjang angin puting beliung. Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, dan kerugian total ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
“Kejadiannya bertepatan dengan sholat Magrib, saat itu terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang,†kata salah satu korban puting beliung, Busri, kepada
suarabanyuurip.com, ketika ditemui di rumahnya, Rabu (26/10/2016).
Ketika mendengar petir, dia bersama anggota keluarganya langsung menutup semua pintu rumah. Selang beberapa saat terdengar amukan angin dari arah selatan, kemudian berbelok ke timur hingga menyapu bersih atap dan temboknya.
“Alhamdulillah di sebelah timur rumah ada pohon mangga yang menghalangi angin,†imbuhnya.
Saat atap dan tembok rumahnya hendak ambruk, Busri bersama anggota keluarganya berada di dalam rumah sisi timur. Pihaknya tidak dapat berpikir seandainya seluruh keluarganya berdiam diri di kamar sebelah barat.
“Saat mendengar atap mau ambruk, pihaknya bergegas mengungsi ke rumah mertuanya yang tak jauh dari lokasi kejadian,†keluhnya.
Camat Palang, Sugeng Winoto, membenarkan atas terjadinya insiden angin puting beliung yang menerjang wilayahnya. Penghitungan sementara ada 20 infrastruktur warga yang rusak, mulai rumah, kandang, hingga gudang penyimpanan padi ditambah belasan pohon tumbang.
“Data yang kami sampaikan ke Pemda ada 20 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak,†sambungnya.
Menyikapi kejadian tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, langsung menerjunkan timnya ke lokasi. Sekaligus memberikan bantuan yang bersifat pemenuhan kebutuhan pokok khususnya manusia.
“Untuk kandang atau gudang nanti menunggu usulan resmi dari Muspika Palang,†terangnya.
Untuk jumlah kerugian totalnya ditaksir mencapai Rp 136 juta. Sedangkan KK terdampak rinciannya, kandang milik Joko rusak parah kerugian Rp 10 juta, rumah milik Muntiani, Budi, Agung, Agus Sukirno, dan Sumat rusak ringan masing-masing kerugiannya Rp 1 juta.
Ditambah rumah milik Busri rusak berat kerugiannya Rp 50 juta, penggilingan padi milik Kiswandoyo rusak parah kerugian mencapai Rp 30 juta, rumah milik Ngasipan, Kasih, Kastono, Sumindar, Hanto Waluyo, Purwanto, dan Aspiyah rusak ringan kerugian masing-masing Rp 1 juta.
Kemudian gudang milik Kasnari rusak berat kerugiannya Rp 10 juta, kandang milik Sunoto kerugiannya Rp 10 juta, ditambah dua rumah milik Mardikun, dan Sumaji masing –masing rugi Rp 1 juta. (Aim)