Pengerjaan Dilakukan di Lahan Tak Bermasalah

proyek pipa gas Gresem

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Proyek pembangunan jaringan pipa transmisi gas ruas Gresik – Semarang (Gresem) milik Pertamina Gas (Pertagas) di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai dikerjakan. Hanya saja, pengerjaan dilakukan di lokasi tertentu yang lahannya tidak bermasalah.

Sesuai informasi yang diterima Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bojonegoro, proyek tersebut dilaksanakan di atas lahan milik warga dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Saat ini pengerjaan proyek tersebut baru berjalan mulai Kecamatan Baurno hingga Kapas.

 “Dulu sempat dihentikan waktu di Baureno, tapi sudah lancar. Yang di Kapas ini pakai lahan milik PT KAI,” ujar Kasi Pertambangan Migas Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bojonegoro, Dadang Aris kepada suarabanyuurip.com Jumat (28/10/2016).

Pipa gas sebesar 28 inci tersebut sebagian masih berada di lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Bojonegoro di Jalan Veteran. Selama menunggu pembebasan lahan milik warga beres, pipa-pipa tersebut belum ada yang dipindahkan dari tempatnya.

“Informasi yang kami dapat, pemasangan pipa dilakukan di tempat yang tidak bermasalah. Karena, tidak hanya menggunakan lahan milik warga tapi juga PT KAI,” imbuhnya.

Baca Juga :   Pertamina Ambil Alih Operasi

Sekadar diketahui, saat ini Pertagas tengah memasang pipa gas Gresik-Semarang (Gresem) dengan kapasitas gas sebesar 500 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari. Proyek pipanisasi ini akan melewati empat Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dan tiga Kabupaten di Jawa Timur.

Pipanisasi Gresem ini dimulai dari metering station Gresik Pertagas dan berakhir di Tambak Lorok.  Selain itu, Pertagas telah mendapat alokasi gas excess dari Jawa Timur yang berasal dari Kangean dan Husky sebesar 30 MMSCFD ditahun 2016, dan pada 2019 Pertagas juga mendapat suplai gas Cepu Lapangan Tiung Biru dan Cendana sebesar 100 MMSCFD, dan potensi gas Cepu Lapangan Alas Tua sebesar 110 MMSCFD mulai tahun 2022.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *