SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno‬
‪Blora – Meskipun Kabupaten Blora masuk peringkat ke 21 kategori kemiskinan, namun setian tahun angka kemiskinan di Blora, Jawa Tengah menunjukkan tren penurunan. Sejak tiga tahun terakhir dari data yang telah di rilis oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), angka kemiskinan mengalami penurunan cukup signifikan. ‬
‪Menurut, Didik Trianto, Kepala  Bidang Pemerintahaan dan Kesejahteraan Bappeda Blora, jika Program Penanggulangan Kemiskinan (Pronakis) efektif untuk menurunkan angka kemiskinan.
“Sejak berjalan pada tahun 2011 lalu, Secara grafik Pronakis memang efektif menurunkan angka kemiskinan,†katanya.‬
Dia merinci, tahun 2011 jumlah penduduk miskin mencapai 134.900 jiwa atau 16,24%, pada tahun 2012 jumlah penduduk miskin 124.800 jiwa atau 15,11%. Adapun tahun 2013 pada posisi 14,64 % atau 114.784 jiwa penduduk miskin.
Sedangkan tahun 2014 sebanyak 111.980 jiwa atau 13,66%, jumlah tersebut menempatkan Kabupaten Blora berada di peringkat ke-21 kabupaten dan kota di Jateng dengan jumlah penduduk miskin terbanyak.
“Target kami pada tahun 2021 angka kemiskinan bisa turun 9 – 10%,†ungkapnya.‬
Menurutnya, saat ini pemerintah tengah berkonsentrasi menangani kemiskinan dengan cara menunjukkan satu desa paling miskin di masing-masing wilayah kecamatan.
“Yang bisa diupayakan untuk ditanggulangi,†ungkapnya kepada suarabanyuurip.com.‬
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora telah banyak menyiapkan program bantuan untuk keluarga miskin di masing-masing sektor sejak lima tahun terakhir.
“Seperti PNPM Mandiri, Bantuan Langsung Tunai, Jaminan Sosial dan Kesehatan. Dengan program tersebut Pemkab telah berhasil mengentaskan kemiskinan kurang legih mencapai 31,26 ribu Jiwa kurun waktu 2010 – 2014,†terang Didik.‬
‪Pada tahun 2017 nanti, lanjut dia, Bappeda telah menyiapkan strategi dalam menanggulangi kemiskinan daerah. “Untuk mempercepat pengentasan kemiskinan,†kata dia.
Saat disinggung apakah ada program khusus untuk daerah sekitar industri migas, dia mengaku tidak ada program khsusus. Program yang dilakukan sama dengan wilayah lain.‬
‪Namun demikian, sektor migas bisa berkontribusi melakukan pengentasan kemiskinan melalui program yang mereka miliki.
“Seperti program Corporate Social and Responsibility (CSR),†kata dia. Meski keberadaan perusahaan sektor migas belum memberikan kontribusi yang signifikan. (ams)