SuaraBanyuurip.com - Ali Imron‬
‪Tuban – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Waskita Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Jawa Timur selama dua hari kedepan menggelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) dasar jurnalistik ke XIII bagi mahasiswa baru. Kegiatan tersebut bertujuan mengontrol sekaligus mewarnai kampus yang beroperasi di Jalan Manunggal Nomor 61 Tuban dengan produk jurnalistik.‬
‪”Diklat dasar jurnalistik ke XIII ini merupakan kegiatan tahunan LPM sebagai bentuk kaderisasi bibit jurnalis muda di kampus,” kata Pimpinan Umum (PU) LPM Waskita, Irna Yuliastin, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di gedung L 1 Unirow, Sabtu (29/10/2016).‬
Perempuan bertubuh mungil jurusan ilmu komunikasi Unirow ini, menargetkan dari 33 peserta Diklat separuhnya berhasil mengaplikasikan ilmu jurnalistik. Sebagai tahap pengenalan jurnalistik, panitia memfokuskan materi hari pertama pada manajemen redaksi, fotografi, penulisan berita, dan artikel.‬
Sedangkan pada hari Minggu (30/10), peserta diajarkan layouting, serta praktik membuat buletin langsung. Tak hanya itu, untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa memahami ilmu jurnalistik, panitia juga melibatkan beberapa pemateri yang sudah berpengalaman di bidangnya.‬
“Kita libatkan alumni yang menjadi jurnalis untuk menjadi pemateri, serta penulis lokal,” imbuhnya.‬
Maraknya pemberitaan yang mengkritisi dunia pendidikan, termasuk Unirow mendorong LPM untuk bergerak mengontrol kampusnya. Melalui majalah dan aktif di Media Sosial (Medsos), anggota LPM terus belajar menyuguhkan informasi kampus yang berimbang.‬
Pada prinsipnya sebagai pers mahasiswa idealisme adalah harga mati yang dilindungi UU Pers Nomor 40 tahun 1999. Posisi pers mahasiswa sebagai salah satu pilar demokrasi harus ditegakkan di kampus. Sekaligus mengedukasi dan mencerdaskan civitas akademika.‬
Sementara, Pembantu Rektor III Unirow, Miftachul Munir, mengapresiasi kegiatan tahunan dari LPM Waskita Unirow. Sebagai mahasiswa pemula yang belajar ilmu jurnalistik, harus banyak membaca.‬
‪”Tanpa membaca sebuah tulisan berita yang kalian tulis tidak akan berkualitas,” pesannya.‬
Pria yang hobi fotografi tersebut, juga membuka diri kepada calon anggota baru LPM yang hendak belajar cara memotret. Pihaknya memohon maaf, apabila saat ini belum dapat sharing soal ilmu fotografi.
“Lain waktu silahkan buat jadwal untuk hunting bersama,” ucapnya.‬
‪Diketahui, tahun ini antusiasme peserta yang ikut Diklat jurnalistik LPM cukup banyak. Mulai dari Program Studi (Prodi) Komunikasi, Perikanan dan Kelautan, Informatika, Industri, Bahasa Indonesia, Biologi, dan Matematika. (Aim)