SuaraBanyuurip.com -Â
Jakarta – Pertamina Hulu Mahakam akan mulai melakukan pengeboran Blok Mahakam pada tahun 2017 mendatang. Investasi yang disiapkan sebesar U$$ 180 juta.
Saat ini Pertamina Hulu Mahakam telah memfinalisasi penyusun Work Program and Budget (WP&B) Blok Mahakam 2017. Berdasarkan WP&B tersebut, dibantu oleh Total E&P Indonesie sebagai pelaksana, Pertamina Hulu Mahakam menyiapkan kegiatan pengeboran dengan target 19 sumur.
“Diharapkan pada tahun 2018-2019, produksi gas bumi dari WK Mahakam dapat dipertahankan sekitar 1,2 BSCFD dan minyak sekitar 20.000 BOPD pada tahun 2018-2019,†kata Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi usai menandatangani amandemen kontrak pengelolaan Blok Mahakam pada Selasa, 25 Oktober 2016 lalu, seperti dilansir dalam situs resmi Kementerian ESDM.
Dengan ditandatanganinya amandemen tersebut maka Pertamina Hulu Mahakam dapat mulai berinvestasi untuk biaya operasional sampai dengan nanti tanggal efektifnya production sharing contract (PSC) dan pengeluaran-pengeluaran itu akan diakui sebagai bagian dari cost recovery untuk cost recovery tahun 2018.
“Tahun depan Pertamina Hulu Mahakam dapat melakukan pengeboran setelah dibor kemudian ditutup produksinya baru dikeluarkan di tahun 2018 sehingga di tahun 2018 produksi tidak akan turun,†ujar Amien.
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan amandemen PSC Blok Mahakam untuk periode 2018-2038 dilakukan untuk menjadi jalan bagi Pertamina melakukan langkah transisi dengan baik mulai 2017.
“Ini memungkinkan Pertamina untuk memulai langkah transisi pengelolaan Blok Mahakam lebih awal, yaitu per 1 Januari 2017 dengan tujuan menjaga tingkat produksi dari wilayah kerja penghasil gas terbesar ini,†tegasnya.
“Selanjutnya Pertamina akan melakukan pembicaraan detail dengan Total E&P Indonesie sebagai operator saat ini guna memastikan transisi berjalan dengan baik,†lanjut Dwi.
Penyusun Work Program and Budget (WP&B) Blok Mahakam 2017 telah difinalisasi bersama Total E&P Indonesie. SKKMigas tengah menyiapkan petunjuk teknis pelaksanaan WP&B Pertamina Hulu Mahakam dengan prinsip kegiatan yang dilaksanakan oleh Total E&P Indonesie dengan basis ‘no cost no profit’, dengan semua biaya dan risiko kegiatan menjadi beban Pertamina Hulu Mahakam. Sumur pemboran ditargetkan mulai produksi pada 1 Januari 2018.
Sementara itu, Pertamina Hulu Mahakam bersama Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation sedang menyelesaikan perjanjian alih kelola yang meliputi Transfer of Operatorship Agreement (TOA) dan Bridging Agreement (BA). TOA yang telah ditandatangani para pihak pada 29 Juli 2016 akan diselaraskan dengan amandemen PSC Blok Mahakam. Sedangkan BA diperlukan terkait dengan bantuan pelaksanaan kegiatan Pertamina Hulu Mahakam oleh Total Indonesie pada periode tahun 2017.
“Kami menargetkan penyelesaian Bridging Agreement dan amandemen TOA pada akhir November 2016,†pungkas Dwi.
Berdasarkan data ada per tanggal 16 Juni 2016 produksi gas wilayah kerja Mahakam itu adalah sebesar 1.747 MMSCFD serta minyak dan kondensat sebesar 69.186 barel oil per day. Investasi yang akan dilakukan Pertamina nanti akan diperhitungkan sebagai cost recovery setelah Pertamina mengambil alih operasi ini dibulan Januari 2018.(red)