SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Masih belum selesainya proses tukar guling tanah kas desa (TKD) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk fasilitas penunjang Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, hingga saat ini disikapi tokoh masyarakat desa setempat.
‪Mereka berharap dengan adanya rencana kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Festival Hak Asasi Manusia (HAM) di Bojonegoro pada November nanti dapat mempercepat penyelesaian TKD Gayam. Sebab proses TKD Gayam ini telah memakan waktu empat tahun lebih paska masalah enam item sosio ekonomi diteken sejumlah pihak pada 2012 silam dan Tukar Guling TKD Gayam adalah salah satu dari enam item tersebut.
‪“Kami berharap bapak presiden mambantu percepatan proses TKD Gayam ini,†kata Pujiono kepada suarabanyuurip.com.
‪Dirinya menghargai proses percepatan penyelesaian TKD Gayam yang dilakukan SKK Migas, Operator Blok Cepu ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam selama ini.‬
‪Namun, lanjut Pujiono, pemerintah juga harus memperhatikan keresahan masyarakat dengan berlarut-larutnya proses ini. Menurut dia, EMCL sudah berpengalaman dalam pembebasan tanah untuk proyek.‬ Seperti pembebasan tanah yang digunakan untuk proyek Banyuurip yang mencapai ratusan hektar, EMCL mampu membebaskan dalam waktu yang tidak begitu lama.
‪”Tapi kenapa untuk proses tukar guling TKD Gayam kok lama ?” ucap mantan Kepala Desa Gayam itu.
Karena itu dia meminta Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus terhadap penyelesaian tukar guling TKD Gayam. Sebab pemanfaatan TKD Gayam ini sebagai bentuk dukungan Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa Gayam kepada Negara Republik Indonesia untuk mewujudkan ketahanan energi.‬
‪Sebagaimana diketahui, kata dia, produksi Lapangan Banyuurip sebesar 185 ribu barel per hari (bph) saat ini dapat menyumbang 20 persen kebutuhan minyak nasional.‬
‪“Jika Pak Jokowi nanti benar-benar datang ke Bojonegoro, kami minta beliau bersedia menyediakan waktu untuk berdialog dengan tokoh masyarakat lokal sekitar Lapangan Banyuurip. Karena banyak aspirasi yang ingin kami sampaikan,†pungkas Pujiono.
Senada disampaikan Karang Taruna Gayam. Mereka meminta agar pengganti Lapangan Sepak Bola harus segera direalisasikan bersamaan dengan TKD berupa persawahan. Karena desa lain sudah memiliki lapangan yang bagus, tapi Karang Taruna Desa Gayam ketinggalan.
“Akan membangun lapangan yang lama tapi sudah proses tukar guling, terus kami harus bagaimana?” sambung Ketua Karang Taruna, M Aris.
“Kami merasa malu karena sebagai Ibu Kota Kecamatan Gayam tapi Lapangannya Jelek,” lanjut Aris.
‪Oleh karena itu pihaknya sangat setuju agar masalah percepatan tukar guling TKD Gayam ini untuk disampaikan ke Presiden Jokowi.
“Apabila bapak Presiden gagal ke Bojonegoro, berarti kami harus melakukan aksi supaya aspirasi kami diperhatikan,” tegas Aris.(suko)