SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Semarang – PT Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Semarang, Jawa Tengah, bersiap meningkatkan produksi listrik pada 2017 mendatang untuk membantu pemerintah mewujudkan program 35 ribu Mega Watt (MW).
“Tahun depan kita akan membangun Unit III,” kata General Manager PT Indonesia Power, Tarwaji saat menerima kunjungan lapangan rombongan media, SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) se- Jabanusa, Selasa (1/11/2016).
Saat ini di UP Semarang atau dikenal Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok terdapat dua unit pembangkit listrik dengan jumlah produksi listrik sekira 1400 MG.
Sementara proses pembangunan Unit III masih tahap lelang. Diharapkan pada Pebruari 2017 sudah ada pemenang lelang, dan pekerjaan konstruksi dapat berjalan.
“Kami harapkan nanti ada tambahan produksi 600 – 850 MW,” tegasnya.
Rencananya pengoperasian Unit III yang menggunakan gas sebagai energi primer nanti disuplai dari Pertamina Gas (Pertagas) sebanyak 50 Million Matric Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari (gas) melalui pipa Gresik – Semarang yang saat ini sedang dikerjakan.
Bahkan sangat terbuka lebar pengoperasian Unit III UP Semarang oleh anak perusahaan Listrik Negara (PLN) itu juga akan menggunakan gas dari Lapangan Jambaran – Tiung Biru (J-TB) yang berada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Itu bisa saja dilakukan. Terpenting harganya tidak tinggi,” ucap Tarwaji.
“Paling tidak di bawah 8 dollar per MBTU atau Million British Thermal Unit,” lanjutnya.
Kepala Humas Perwakilan SKK Migas Jabanusa M Fatah Yasin menambahkan, di wilayahnya sekarang ini ada 12 lapangan migas yang dikelola kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) sudah eksploitasi.
“Produksi gas di wilayah Jabanusa yang sudah disalurkan untuk industri saat ini kurang lebih mencapai 600 MMSCFD,” sambung Fatah Yasin.(suko)