BUMD Blora Tunggu Penetapan Alokasi Gas Trembul dari Kementerian ESDM

21999

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, Jawa Tengah, PT Blora Patra Energi (BPE) masih menunggu penetapan alokasi gas dari Lapangan Trembul dari pemerintah pusat. Gas dari lapangan yang berada di Kecamatan Ngawen ini akan dikelola BPE bersama PT Titis Sampurna.

“Alokasinya sedang diajukan ke Kementerian ESDM. Belum bisa dipastikan kapan disetujuinya,” kata Plt Direktur Utama PT BPE, Awan Pradigsa, Selasa (2/2/2021).

PT BPE mengajukan alokasi sebesar 1 juta standart kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet Per Day/MMSCFD). Gas itu rencananya akan diolah menjadi Compressed Natural Gas (CNG). Kabarnya, PJBG sudah di meja Kementerian ESDM dan tinggal menunggu persetujuan.

“Itu bukan PJBG, tapi alokasi yang kita ajukan,” tegas Awan.

Lapangan gas Trembul dioperatori oleh Kerja Sama Operasi  Pertamina EP – PT Sarana GSS Trembul (KSO PEP- SGT).

Awan menjelaskan, pemanfaatan Gas Trembul akan dilaksanakan selama satu tahun setelah dilakukan PJBG. Namun, utilitas belum bisa dilaksanakan selama jembatan Trembul yang hampir 3 tahun mangkrak belum diperbaiki.

Baca Juga :   Bisa Menerima Jika Proyek Rampung

“Selama belum diperbaiki, ya belum bisa dilaksanakan,” kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Humas SKK Migas Jabanusa, Donny Arianto, menejelaskan alur sederhana terkait pengajuan PJBG. Yakni Kontraktor Kontrak  Kerja Sama (K3S) akan mengajukan ke SKK Migas. Kemudian SKK Migas akan memberikan rekomendasi  ke Kementerian ESDM.

“Keputusannya tetap di Kementerian ESDM,” tandasnya.

Ditanya apakah SKK Migas sudah memberikan rekomendasi  PJBG Lapangan Trembul, Dony mengaku belum tahu datanya.

Untuk diketahui, KSO Pertamina EP – PT SGT hanya sebagai operator Produksi Area Operasi Trembul pada Wilayah Kerja PT Pertamina EP. Gas yang diproduksi di Lapangan Trembul menjadi milik Pertamina. 

Lapangan gas Blok Trembul menjadi salah satu bagian dari upaya peningkatan lifting gas Nasional. Bersama lapangan lain di Asset 4, yakni lapangan North Kedungtuban, Tapen dan Suci. Diperoleh informasi, PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) telah ditetapkan oleh manajemen Pertamina sebagai Mitra Terpilih dalam Kerjasama Operasi (KSO) Produksi Area Operasi Trembul pada Wilayah Kerja PT. Pertamina EP pada bulan Februari tahun 2016.

Baca Juga :   Ajukan Pompa Angguk ke Kementerian ESDM

Untuk mengusahakan KSO produksi area Trembul, PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah bersama dengan GSS Energy Ltd mendirikan PT. Sarana GSS Trembul (SGT) pada tanggal 28 September 2016. Selanjutnya, pada tanggal 2 November 2016, SGT menandatangani perjanjian KSO Area operasi Trembul bersama PT. Pertamina EP. 

Perjanjian berlaku selama 15 tahun untuk area Trembul seluas kurang lebih 47.63 kilometer persegi. Kewajiban SGT dalam kurun waktu 3 tahun pertama yang disebut program Komitmen Pasti 3 tahun, SGT akan mengebor sebanyak 5 sumur migas dengan total nilai investasi selama Komitmen Pasti 3 tahun kurang lebih USD 7.858.000.(ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *