SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – PT Petrokimia Gresik menegaskan, salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan atau pasokan pupuk adalah dengan mengendalikan pupuk yang beredar. Sehingga, saat dibutuhkan stok aman dan tidak langka.
Suprapto, Ketua Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik, mengatakan, pihaknya harus mengatur secara cermat agar pupuk yang dibutuhkan masyarakat aman. Terlebih untuk pupuk bersubsidi harus dijamin betul bahwa yang berhak menerima yang mendapatkan.Â
“Pada intinya, untuk menjaga keamanan stok harus mengendalikan peredaran pupuk. Karena dikhawatirkan akan ada kelangkaan apalagi dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya saat menghadiri launching tanam perdana tekhnologi budidaya PT Petrokimia Gresik di Desa Mojoranu, Kecamatan Mojoranu, Rabu (2/11/20160.
Ketersediaan pupuk per 1 Nopember 2016 ini, lanjut Suprapto, diantaranya, Urea sebanyak 54.992 ton, ZA sebanyak 20.838 Ton, SP-36 sebanyak 15.317 Ton, Phonska sebanyak 39.099 Ton dan Petroganik sebanyak 25.511 Ton.Â
“Jumlah ini jika dibandingkan dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani atau RDKK terpaut 40 persen,” tambahnya.Â
Namun saat ini dengan dibukanya gerai Petromart di Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, menyediakan pupuk dan obat-obatan non subsidi, meskipun harga antara pupuk bersubsidi dan non subsidi terpaut dua kali lipat.Â
“Di gerai ini disediakan lengkap dan penjualan bisa dilakukan perorangan mulai 1 kilogram sampai ton, hanya saja harganya adalah non subsidi,” pungkasnya.(rien)