Produsen Pupuk Butuh Gas Murah

Narsum lokakarya media

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Semarang – Harga gas bagi industri pupuk nasional lebih tinggi dibanding negara lain. Saat ini biaya produksi pupuk telah dikisaran USD 250 per ton. Apabila harga gas bisa di bawah USD 4 per Million Metric British Thermal Unit (MMBTU) akan menurunkan biaya produksi sebesar USD 45 per ton atau menjadi USD 205 per ton.

Demikian disampaikan Sekretaris Jendral (Sekjen) Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia, Dadang Heru Kodri saat menjadi nara sumber Lokakarya Media dan Forum Komunikasi Kehumasan Industri Hulu Migas (FKKIHM) Periode III SKK Migas – KKKS Jabanusa bertajuk “Gas Menjadi Pendorong Pertumbuhan Industri” di Hotel Crowne Plaza Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/11/2016).

Dadang menjelaskan, kontribusi gas mencapai 70 persen dari biaya produksi nasional, sehingga harga gas menjadi sangat penting di industri pupuk.

“Permasalahan lainnya, sebagian kontrak gas akan habis dalam kurun waktu 2016 – 2018 sehingga perlu perpanjangan untuk menjamin kebrlangsungan industri pupuk nasional,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara pertanian yang besar perlu didukung ketersediaan dan pasokan pupuk yang diproduksi sendiri sehingga keberadaan pabrik pupuk nasional perlu mendapatkan perhatian dan proteksi pemerintah.

Baca Juga :   ExxonMobil akan Bangun Kompleks Petrokimia USD10 Miliar, Siap Buka 10.600 Lapangan Kerja

Selain itu, kata Dadang, industri pupuk perlu mendapatkan harga gas USD 2 – 4/MMBTU sesuai dengan mayoritas harga gas di dunia untuk industri pupuk.

“Pemerintah juga perlu memberikan jaminan kepastian gas jangka panjang,” tegasnya.

Permasalahan tersebut sekarang ini menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mencarikan solusi agar gas dapat terserap dengan harga yang tidak merugikan kontraktor, pemerintah, maupun pembeli.

Salah satunya adalah dengan merasionalisasi harga gas. Ada beberapa dasar infrastruktur gas, nilai ekonomi, dan mikro.

Kepala Divisi Komersialisasi Gas Bumi SKK Migas, Sampe L Purba menambahkan, ada lima isu dalam produksi gas yakni suplai dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), tidak semua lapangan memiliki karakteristik, aspek komersil dan regulas. Semua itu juga menjadi dasar penentuan harga gas bagi perusahaan pupuk.

“Sehingga bisa ditemukan harga yang efektif dan efisien,” sambungnya.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *