KKP Pasang Sabuk Pantai 1.800 meter

pesisir laut tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Tingginya potensi abrasi (pengikisan pantai) di sepanjang 65 Kilometer (Km) pesisir pantai Kabupaten Tuban, Jawa Timur telah direspon oleh Pemerintah Pusat. Tahun ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai memasang sabuk pantai sepanjang 1.800 meter.

“Pemasangan sabuk pantai tahun ini merupakan paket pertama dari upaya mencegah abrasi,” kata Kepala Bidang Pengawas Pemberdayaan Kawasan Pesisi (PPKP) Dinas Perikanan dan Kelautan Tuban, Umi Kulsum, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/11/2016).

Dalam paket pertama KKP fokus memasang sabuk pantai sepanjang 1.500 meter pada dua titik. Pertama di Desa Gadon, Kecamatan Tambakboyo sepanjang 700 meter, dan 800 meter terpasang di Desa Bulu Meduro, Kecamatan Bancar.

Saat ini sabuk pantai pertama baru terpasang di Desa Gadon, sedangkan titik lainnya akan dipasang berkelanjutan. Pihaknya menjelaskan,  sabuk pantai tersebut dipasang dengan membuat daratan menggunakan Karung Geotekstil Memanjang (KGM).

“Pasca paket pertama selesai, KKP akan melanjutkan pada paket kedua,” imbuhnya.

Baca Juga :   Pencabulan Kembali Guncang Bumi Wali

Paket kedua yang rencananya dipasang tahun 2017, lebih panjang dari paket pertama yakni 1.800 meter. Sesuai usulan Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, sabuk pantai kedua akan dipasang di pantai depan Klenteng Kwan Shing Bio (KSB) sepanjang 800 meter. Selanjutnya 1000 meter akan di pasang di Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Tuban.

“Akan tetapi setelah disurvei di depan KSB ternyata tidak memungkinkan, karena material pantai bukan pasir melainkan lumpur,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat KKP harus memberikan perlakuan khusus, dengan cara membangun beton bukan denhan Geotube atau Geotekstil. Tak hanya itu, di tahun yang sama Pemda juga mengusulkan pemasangan KGM di Pabean, Mangrove Center Tuban (MCT) di Kecamatan Jenu, maupun Pantai Sowan, Kecamatan Bancar.

“Pembangunan Sabuk pantai langsung melibatkan ahlinya dari pusat, dan nelayan setempat,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *