Proyek Blok Cepu Rampung Okupansi Hotel Cepu Turun

Heri ketua PHRI

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Keberadaan proyek minyak dan gas bumi (Migas), diakui atau tidak berpengaruh besar pada naik turunnya pendapatan bagi para pengusaha. Salah satu diantaranya adalah perhotelan. Karena proyek migas dapat melibatkan ribuhan tenaga kerja (Naker) tak hanya dari lokal tentunya juga dari luar daerah.

Terbukti, dengan berakhirnya pengerjaan proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) Banyuurip, Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berdampak besar pada tingkat hunian (okupansi) hotel di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Badan Perwakilan Cabang (BPC) Blora, Heri Kristanto, dibanding tahun 2015 lalu dengan tahun ini okupansi hote jauh berbeda.

“Tahun lalu bisa mencapai 90 %. Sekarang ini turun sampai 30 %,” kata Heri Kristanto, kepada suarabanyuurip.com.

Praktis, hal itu menjadi kendala bagi pengusaha hotel dalam beroperasi karena mengalami pengurangan pendapatan. Sedangkan ongkos operasional hotel hanya sebagian kecil yang bisa dipangkas.

“Dan tidak mungkin upah karyawan dilakukan pengurangan maupun pengurangan karyawan. Kalau operasional lain bisa dihemat,” terangnya.

Baca Juga :   BI : Bojonegoro Belum Transparan Soal DBH Migas

Sehingga perlu terobosan untuk meningkatkan kembali okupansi hotel dari sektor lain selain migas. Yakni dengan menggenjot sektor wisata yang ada di wilayah Kabupaten Blora. Dengan terobosan ini diyakini bisa menggairahkan kembali perhotelan yang mengalami kelesuan. Serta bisa menghidupkan usaha lain sekitar wisata.

“Untuk meningkatkan kembali kita harus mendatangkan wisatawan,” ungkap Heri.

Sebagaimana diketahui, di Cepu terdapat puluhan hotel dari kelas bawah hingga bintang lima. Saat ini, sektor usaha tersebut tengah mengalami kelesuan. Yang tentunya berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Blora dari pajak. Lantran okupansi hotel menurun. Untuk itu, perlu dengan serius menggarap wisata di Blora.

“Prinsipnya menghidupkan perekonomian,” pungkasnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *