SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban– Terbakarnya Central Control Room (CCR) milik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dipastikan tidak berpengaruh pada produksi kilang. Insiden yang terjadi pukul 07:40 WIB tersebut berhasil diatasi seketika oleh tim Emergency Respon Team (ERP).
“Awalnya ada perubahan cuaca bertepatan dengan hujan deras yang melanda wilayah setempat,” kata Kapolsek Jenu, AKP Yani Susilo, kepada suarabanyuurip.com, Senin (7/11/2016).
Dampak atas kondisi tersebut, salah satu peralatan plang (ELBO) atau bagian pipa yang melengkung mengeluarkan percikan api. Secara otomatis percikan tersebut merembet ke instalansi lainnya.
Tim ERP yang sudah siaga langsung memadamkan percikan tersebut. Akhirnya CRR yang menjafi salah satu jantung produksi kilang TPPI tersebut berhasil diamankan dan siapa beroperasi kembali.
“Alhamdulillah insiden kecil tadi pagi tak berlangsung lama, atas kesigapan tim ERP TPPI,” sambung Humas PT TPPI, Tinoto, ketika dikonfirmasi terpisah.
Soal penyebab insiden kecil tersebut karena adanya penurunan suhu di flange, atau sejenis penyambung pipa penyambung antar elemen akibat hujan hari Minggu (6/11) malam. Dampaknya  backup steam ikut terlambat akibat shutdown, lantas munculah percikan api tersebut.
“Kini proses operasi di kilang minyak kembali normal memproduksi Pertamax,” jelasnya.
Informasi sebelumnya, PT TPPI sejak pertengahan bulan Agustus 2016 mulai beralih memproduksi BBM jenis Pertamax Ron 92 40 ribu barel per hari (bph). Peralihan ini lantaran area Surabaya dan sekitarnya membutuhkan pasokan Pertamax lebih banyak, pasca adanya kebijakan dari Pemerintah untuk menggunakan BBM nonsubsidi.
Sementara ini jumlah rata-rata produksi Pertamax lebih sedikit dibandingkan jumlah produksi Premium 88 sebelumnya. Tercatat produksi Pertamax sebanyak 1,2 juta barel per bulan (Bpb), sedangkan produksi Premium 1,8 juta Bpb
Perubahan jenis produksi tersebut telah dirancang dua bulan sebelumnya. Saat itu Pertamina meminta TPPI untuk memproduksi Pertamax, kemudian penyalurannya dapat dikirim langsung ke Terminal BBM (TBBM) Tuban, maupun ke Surabaya via pipe line.(aim)