Puting Beliung Kembali Terjang Pesisir Tuban‬

Puting beliung

SuaraBanyuurip.com - ‪Ali Imron‬

‪Tuban – Bentangan pantai sepanjang 65 Kilometer (Km) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur terus berpotensi dilanda puting beliung. Pasca terjadi puting beliung di Desa Keradenan, Kecamatan Palang pada akhir Oktober 2016 lalu, sekira pukul 04:00 WIB ada 55 rumah di Dusun Sugihan, Desa Pugoh, Kecamatan Bancar kembali porak poranda akibat bencana serupa.‬

“Bencana puting beliung terjadi setelah hujan lebat pukul 03:30 WIB dini hari tadi,” kata Camat Bancar, Murtadji, melalui pesan singkat yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com, Senin (7/11/2016).‬

Murtadji masih bersyukur meski 55 rumah warganya rusak, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Kondisi tersebut akibat masyarakat sedikit banyak sudah cerdas, dan mengetahui bagaimana langkah ketika hujan lebat berlangsung.‬

‪Dari jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, ada 10 rumah yang rusak berat. Sedangkan 45 rumah lainnya rusak ringan hingga sedang. Untuk rumah yang rusak berat meliputi, milik Simbang, Darsi, Nardi, Dirman, Widji, Widodo, Darman, Dargo, Kodo, dan Kasri.‬

Baca Juga :   Habis Ditertibkan, PKL Kembali Penuhi Trotoar Jalan

‪Sedangkan untuk rumah yang rusak sedang hingga ringan diantaranya, Rasmu, Jisman, Semi, Mujianto, Rusdi, Wajimin, Darmi, Tasimin, Samin, Suyoto, Dumadi, dan Sukirah.‬

‪”Alhamdulillah siang ini tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban langsung ke lokasi dan memberikan bantuan Sembako,” imbuhnya.‬

‪Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban, Joko Ludiono, membenarkan adanya insiden bencana tahunan tersebut. Selain di wilayah pesisir, puting beliung juga berpotensi di Tuban bagian selatan.‬

‪”Intinya 20 kecamatan di Tuban berpotensi terjadi bencana puting beliung, banjir bandang, petir, hingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” jelasnya.‬

‪Mengantisipasi hal demikian, masing-masing Pemerintah Kecamatan (Pengcam) harus siaga memetakan titik bencana di wilayahnya. Sekaligus mengedukasi, dan meningkatkan kapasitas warganga untuk mengahadapi bencana apapun.‬

‪Pada prinsipnya, dalam penanggulangan bencana semakin cepat masyarakat mengetahui karakteriatik, dan upaya pencegahan bencana. Maka semakin sedikit pula resiko yang terjadi di wilayah setempat. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *