SuaraBanyuurip.com – Ainur Rofik
Bojonegoro – Rombongan jamaah haji Bojonegoro, Jawa Timur, yang tiba di Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro disambut isak tangis. Para keluarga haji yang menjemput hanyut dalam suasana keharuan.
Kloter pertama jamaah haji Bojonegoro tiba di Pendopo Malwopati, Senin (1/11/2012) sekira pukul 21.00 wib, . Kemudian disusul kloter dua dan tiga sekira pukul 23.00 wib. Mereka dating dengan menggunakan  23 bus dan dikawal patrol wilayah (Patwal).
Dari pantauan, keluarga jamaah yang sudah menunggu sejak pukul 17.30 tak dapat menyembunyikan kebahgiaannya ketika rombongan memasuki pelataran pendopo. Suasana haru dan isak tangis pun terpecah saat jamaah turun dari bus.
Ahmad, salah satu jamaah haji asal Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro, tak sanggup menahan kerinduannya kepada keluarga yang menjemputnya.  Setelah turun dari bus, pria yang sehari-harinya sebagai penjual bakso di Jalan Panglima Polim, tepatnya  berada dekat perlintasan kereta api di dekat rumahnya itu, lansung mengahmpiri sanak suadaranya yang sudah menantinya di Pendopo. Mereka saling berpelukan sangat erat di sambut dengan air mata kegimbiraan.
“Alahamdulillah saya sehat dan baik-baik saja. Ini sebuah kebahagian dan rezeki yang terhingga bagi keluarga bisa beribadah haji,” ujar Pak Mad-panggilan akrbab Ahmad, sambil meneteskan air mata.
Pak Mad menunaikan ibadah haji bersama istrinya Alimah. Istrinya juga tiada henti meneteskan air mata sambil bercerita dengan suarabanyuurip.com tentang perjalanannya ketika menjadi jamaah haji.
“Alhamdulillah kami dalam satu rombongan di kloter pertama,†sahut Alimah.
Ahamad menceritkan, salah satu jamaah haji asal Kecamatan Kalitidu sempat mengalami masalah ketika berada di Bandara Jedda. Barang bawaannya tidak penting milik diminta petugas bandara untuk ditinggal dan tidak boleh di bawa ke tanah air.
“Air zam-zam, selimut, dan lalin-lainny, tidak boleh saya bawa dan disuruh mengamalkan oleh petugas di bandara jedda,” sambungnya.
Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Bojonegoro, Abdul Wahib membenarkan jika ada sekitar 220 koper yang tertinggal di Arab Saudi yang nantinya akan di usahakan sampai kepada para pemilik jamaah haji.
“Ada sekitar 220 koper masih disana, nantinya kita akan usahakan koper itu sampai ke bojonegoro,” ujar wahid.