SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Petugas keselamatan dan kesehatan operator minyak dan gas bumi (Migas) Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan pengukuran kualitas udara pada Kamis (9/11/2016).
Dalam melakukan pengukuran petugas membawa alat pendeteksi gas (multi gas detector), pengukur suhu, dan pendeteksi gas hidrogen sulfida (H2S). Mereka juga menjelaskan bagaimana alat-alat tersebut bekerja sebelum melakukan pengukuran.Â
Perwakilan EMCL, Slamet Rijadi mengatakan, kegiatan pengukuran ini dilakukan secara rutin oleh EMCL. Dengan petugas yang kompeten di bidangnya, EMCL memonitor kualitas udara untuk keselamatan lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Kita juga kerjasama dengan pihak ketiga untuk melakukan pengukuran seperti ini secara rutin di beberapa titik area warga desa sekitar,” ujarnya.
Bidan Desa Mojodelik, Lisa Wahyu Febrianti mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Dia mengatakan, selama ini sering ditanya warga mengenai H2S namun dia belum bisa menjelaskan secara ilmiah.
Namun dengan pengetahuan yang dibagi oleh petugas, Lisa mengaku sedikit banyak sudah lebih faham. “Tapi saya masih butuh referensi lebih banyak biar bisa berbagi pengetahuan dengan warga juga,” papar Lisa yang mengaku kenal dengan setiap warga di Mojodelik.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan  contoh pengukuran di Dusun Dawung dan Dusun Ledok Desa Mojodelik. Selain bidan desa, petugas tanggap darurat yang ditempatkan di Balai Desa Mojodelik juga mengikuti kegiatan ini. Mereka juga dibekali alat pendeteksi gas untuk digunakan selama berjaga di balai desa.(sam)