SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Yogyakarta – Joint Operating Body Pertamina- Petrochina East Java (JOB P-PEJ) mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terlibat penyertaan modal (Participating Interest/PI) Blok Tuban yang habis kontraknya 28 Pebruari 2018. Dukungan tersebut disampaikan untuk mendorong kemajuan perekonomian empat kabupaten di wilayah Blok Tuban yang meliputi Kabupaten Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik, Jawa Timur.
“Kami sangat mendukung keputusan Gubernur Jatim Soekarwo, dan empat kepala daerah yang meneken kesepatan PI beberapa waktu lalu,” kata General Manager (GM) JOB P-PEJ, Akbarsyah, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (11/11/2016).
Jika kebijakan Pemprov Jatim disetujui Pemerintah Pusat, pihaknya akan tetap menjalin komunikasi dengan pemprov. Meskipun secara internal JOB P-PEJ masih berharap mengelola Blok Tuban, namun sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) pihaknya menyerahkan semua keputusan kepada pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Akbarsyah tidak menjelaskan berapa cadangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Tuban pasca habisnya kontrak. Hanya saja secara global cadangannya diprakirakan masih bertahan 10 tahun lagi.
“Paling penting PI membutuhkan dana yang tidak sedikit, dan tenaga ahli yang membidangi ketika mengelolanya,” imbuhnya.
Beberapa waktu lalu, Vice President Humas Resources and Service Petrochina, Marike, juga menyatakan minatnya mengelola kembali Blok Tuban. Alasannya blok migas tersebut masih memiliki cadangan minyak sebesar 27.884 Million Stock Tank Barrels (MTSB), dan cadangan gas 20,60 Billion Standard Cubic Feet (bscf).
Sesuai Peraturan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (Permen ESDM) Nomor 15 tahun 2015 disebutkan permohonan perpanjangan kontrak pengelolaan migas harus disampaikan paling lambat dua tahun sebelum kontrak berakhir, atau paling cepat 10 tahun.
“Dalam lelang Kontraktor KKS nantinya Petrochina akan tetap ikut andil lantaran potensi Migasnya masih bagus,†imbuhnya.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro juga mengatakan pihaknya akan mengajukan proposal perpanjangan kontrak pengelolaan beberapa blok migas yang dikelolanya termasuk Blok Tuban.
Sesuai penghitungannya, pihaknya memprakirakan nilai investasi yang dibutuhkan pasca kontrak berakhir tahun 2018 mendatang sebesar US$ 163 juta. Blok tersebut dikelola Pertamina bersama Petrochina.Â
Pada tahun 2018 cadangan Blok Tuban masih tersisa sebesar 12 juta barel minyak (MMBO) untuk minyak dan kondensat, sedangkan gas 112 miliar kaki kubik (bcf).
Diketahui, data produksi JOB P-PEJ per tanggal 1 Juni 2016 untuk Lapangan Sukowati Bojonegoro produksi minyaknya sebesar 14,125 Barrels of Oil per Day (BOPD), 18,76 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) gas, dan produksi air 25,400 BPWD.
Sedangkan produksi minyak di Lapangan Mudi Tuban per 1 Juni 2016 sebesar 1,351 BOPD, gas sebesar 1,2 MMSCFD, dan air sebesar 23,648 BPWD. Untuk Lapangan Lengowangi, dan South Bungoh di Gresik saat ini sudah tidak berproduksi.
Jika dihitung per 1 November 2016 produksi Minyak Blok Tuban kurang lebih 13 ribu BOPD, sedangkan gasnya 16,95 MMSCFD. (aim)