SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban- Hujan lebat yang mengguyur daerah hulu Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (11/11) kemarin, mengakibatkan avour (saluran pembuangan air) Jambon di Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, kembali jebol. Dampaknya puluhan rumah di Desa Kapu, dan Mandireko, Kecamatan Merakurak terancam tergenang.
“Semalam puluhan rumah dan sawah di desa terdampak terendam, kini air sudah surut,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (12/11/2016).
Joko menjelaskan, meski air sudah surut area pertanian warga setempat masih terendam air. Hasil pentauan petugas di lokasi, ada tiga titik tanggul yang tergerus banjir. Titik pertama, jebol kurang lebih sepanjang 1,5 meter dengan kedalaman 1 meter. Tanggul 2 jebol sepanjang kurang lebih 2 meter dengan kedalaman 175 centimeter. Titik lainnya ada satu sisi tanggul yang kritis panjanganya kurang lebih 20 meter.
“Saat ini tim BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum mengecek lokasi,” imbuhnya.
Hasil pantauan sementara, ternyata pengerjaan avour jambon masih tanggung jawab pihak ketiga. Artinya upaya pembenahan jebolnya avour menjadi tugas pihak rekanan.
Beberapa waktu lalu, Kepala Bagian Humas dan Media Pemkab Tuban, Teguh Setyabudi menegaskan, jika tahun ini pemkab telah menggelontorkan anggaran Rp 4,6 miliar untuk perbaikan sungai Jambon. Anggaran tersebut dalam waktu empat bulan akan dioptimalkan di lima pekerjaan.
“Pekerjaan tersebut harus selesai akhir tahun sehingga tahun 2017 dua kecamatan aman dari banjir,†sambungnya.
Beberapa langkah yang direncakan Pemda diantaranya, pelebaran Sungai Jambon yang semula 1,5 hingga dua meter, nantinya dibuat empat meter. Hal ini diselaraskan dengan kondisi hulu yang memiliki lebar delapan meter.
Sesuai peta pelebaran sungai mencapai satu kilometer (km) dengan anggaran Rp 3 miliar. Mulai jembatan Sungai Jambon hingga belakang Koramil Kecamatan Merakurak. Untuk jalur drainase dari Koramil ke utara sudah aman hingga Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu.
Berikutnya dengan pembuatan Sodetan di Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak. Langkah ini dianggarkaan Rp 1 miliar dengan panjang 600 meter dan lebar dua meter.
Sodetan sepanjang 600 meter ini, 90 meternya akan dipasang saluran dilengkapi penutup atas. Alasannya berdekatan dengan pemukiman, dan bahu jalan. (aim)