SKK Migas Belum Dapatkan Tim Appraisal

didik skk migas

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Proses penyelesaian tukar guling tanah kas desa (TKD) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk infrastruktur Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang sudah memakan waktu empat tahun lebih, tampaknya, akan molor lagi. Karena sampai saat ini belum ada tim appraisal yang mengikuti lelang untuk melakukan penilaian TKD Gayam. 

“Ya benar, belum ada yang mengajukan pelelangan. Jadi diundur sampa hari kedepan,” kata Kepala Kelompok Kerja Formalitas SKK Migas, Didik Sasono Setyadi, saat dihubungi suarabanyuurip.com, Sabtu (12/11/2016).

Didik menyatakan, apabila dalam jangka waktu yang ditentukan masih belum ada tim apraisal yang mengajukan lelang, maka sesuai aturan, SKK Migas akan langsung menawarkan harga. 

“Ya sesuai aturan, kalau nanti tetap tidak ada tim apraisal yang mengajukan, SKK Migas langsung menawarkan harga saja,” tandasnya.

Pihaknya membantah jika tidak adanya peminat untuk tim apraisal ini dikarenakan harga yang ditawarkan SKK Migas terlalu rendah. 

“Kok bisa dibilang rendah itu darimana, kalau harga ya tercantum di dalam penawarannya tersebut,” pungkasnya. 

Baca Juga :   Minta Kinerja Tim Konten Lokal Ditingkatkan

Untuk diketahui, tim apraisal ini akan menilai TKD Gayam seluas 12,8 hektar yang saat ini digunakan infrastruktur  Lapangan Banyuurip. Penilaian harga TKD tersebut merupakan tindaklanjut setelah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bojonegoro selesai melakukan pengukuran beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, tim appraisal SKK Migas pada tahun 2015 lalu, telah menksir TKD Gayam senilai Rp79 miliar.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *