SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) Tuban, Jawa Timur tergerak hatinya untuk peduli terhadap Joko Waras (14 bulan) penderita penyakit hidrosefalus. Balita yang kini tinggal di Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel tersebut, dinyatakan mengidap penyakit kepala air sejak usia dua bulan.
“Semoga sedikit bantuan uang tunai dari RPS dapat mengurangi beban keluarga Joko,†kata seorang anggota RPS Tuban, Abdul Rohman, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Desa Sumberejo, Senin (14/10/2016).
Pria yang kini dipercaya sebagai Kabiro Memorandum Tuban itu, tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Terlebih memandangi Joko yang saat itu hanya diam dipangkuan bibinya.
Kedua mata Joko kini hampir tak terlihat warna hitamnya, membuat siapapun yang melihatnya terenyuh. Satu-satunya jalan yang dapat menyelamatkan Joko hanya operasi sedot selang.
“Pemerintah harus tegas dan bijak dalam membantu kesembuhan Joko,†imbuhnya.
Sementara, bibi Joko, Rini Eka Nurhayati, sangat berterimakasih atas kepedulian wartawan Tuban. Harapannya sedikit demi sedikit bantuan yang terkumpul, dapat mempercepat kesembuhan keponakannya.
Rini menjelaskan, Joko merupakan putra pertama dari pasangan Sholeh Fathur Rohman asal Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, dan Dwi Indah Setyowati asal Desa Sumberrejo, Kecamatan Rengel.
“Ayah Joko kerja di Gresik dan tidak ada kabarnya, sedangkan ibunya sedang mengurus akta kepindahan putranya dari Gresik,†sambungnya.
Sejak dinyatakan menderita hidrosefalus di usia dua bulan, ayah Joko menolak anaknya dioperasi. Alasannya banyak yang tidak selamat setelah menjalani operasi sedot cairan hidrosefalus.
Saat ini dari jajaran Muspika Rengel, dan Pemdes sedang berupaya mencarikan solusi tercepat. Supaya cairan yang memenuhi otak Joko dapat dikeluarkan.
Diketahui, semenjak kondisi Joko menyebar di media banyak kalangan yang silih berganti memberikan santunan secara material maupun finansial. Bantuan tersebut datang dari jajaran kepolisian, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Muspika, Anshor, hingga beberapa komunitas di Tuban. (Aim)