SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia‬
‪Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, bersama Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) Asset IV Field Cepu, terus memantabkan rencana sosialisasi sumur tua yang akan digelar pekan depan di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro.‬
‪”Kita menggelar rapat untuk persiapan sosialisasi penertiban di wilayah sumur tua pekan depan,” ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agus Suprianto, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (15/11/2016).
Sosialisasi nantinya, baik pemkab maupun Pertamina EP Asset IV Field Cepu sekaligus menampung keluh kesah penambang dan juga warga sekitar. Selain itu, untuk meredam adanya konflik sosial saat penertiban dilakukan.‬
‪”Dalam sosialisasi nanti, kita utamakan pendekatan dengan penambang,” ujarnya.‬
Selain itu, masalah utama yang perlu ditertibkan adalah banyaknya pekerja dari luar Bojonegoro yang mendominasi wilayah sumur tua.‬
Data dari Pertamina EP menyebutkan,  perengkek yang setiap harinya mengangkut minyak ilegal sebanyak 137 orang bukan dari Kecamatan Kedewan atau Kabupaten Bojonegoro.‬
‪”Hanya 71 orang saja yang asli dari Kedewan, lainnya dari luar daerah,” imbuh Agus.‬
Selain itu, juga ada 55 Investor dari luar Bojonegoro, untuk  penyulingan atau dapur pengelola minyak atau ilegal revinery. Pada akhir 2015 tercatat ada sebanyak 385 penyuling.‬
‪”Sekarang 180 itu sebagaian lokal dan sebagain luar Bojonegoro,” tandasnya.‬(rien)