SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pelaksanaan tahapan penetapan calon kepala desa (Cakades), dan pengundian nomor urut Calon di 32 desa dari 21 kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang akan mengikuti pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2016 berjalan dengan lancar dan aman.
Pelaksanaan tahapan penetapan Cakades yang dilaksanakan serentak pada Rabu (16/11) kemrin oleh masing-masing panitia Pilkades mendapat pengawalan dari jajaran Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro.
Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro, mengatakan, dalam tahapan penetapan Cakades pihaknya memerintahkan seluruh anggota untuk mengawal semua tahapan Pilkades supaya Pilkades yang akan datang berjalan aman dan lancar.
“Kemarin kita perintahkan semua anggota untuk mengawal jalannya tahapan penetapan Cakades, alhamdulillah seluruh penetapan di 32 desa berjalan dengan lancar dan aman,” ujar AKBP Wahyu S Bintoro, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (17/11/2016).
Menurutnya, kemarin sempat dikabarkan ada salah satu desa di Kecamatan Purwosari yang dikabarkan situasinya agak memanas dalam penetapan Cakades, karena ada salah satu bakal calon yang gugur. Dikarenakan keterlambatan melengkapi persyaratan hingga batas yang telah ditentukan oleh panitia pemilihan. Namun hal itu tidak mengganggu jalannya penetapan dan pelaksanaan tetap berjalan lancar dan aman. Bakal calon yang gugur menerima kegagalannya dengan besar hati.
“Semua berjalan dengan lancar dan aman, semua itu berkat kerja kita semua, dan dukungan dari semua pihak. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah melaksanakan tugas, mengawal tahapan demi tahapan dalam Pilkades serentak,” tandasnya.
Pihaknya menghimbau kepada para Cakades dan warga masyarakat Bojonegoro seluruhnya, agar senantiasa menjaga kerukunan, keamanan dan ketertiban yang sudah terbina selama ini, dan tidak mudah terprovokasi terpancing isu yang dapat menimbulkan keributan sehingga dapat merugikan semua pihak.
“Jangan sampai karena Pilkades terjadi keretakan dalam lingkungan masyarakat yang disebabkan perbedaan pilihan,” pungkasnya. (rien)