Kebesaran Sejarah Lamongan Ditulis Ulang

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono 

Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, tengah menyiapkan buku yang akan memberi gambaran utuh kebesaran sejarah Lamongan. Penulisannya dilakukan secara ilmiah. Dengan melibatkan tim peneliti Kajian sejarah Lamongan dari masa ke masa dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya.

Pekerjaan penyusunan buku sejarah Lamongan oleh tim yang sudah bekerja sejak Agustus lalu tersebut, saat ini sudah memasuki tahapan Fokus Group Discussion (FGD). Dengan mengundang sejumlah budayawan Lamongan di ruang rapat Bina Praja Pemkab Lamongan, Kamis, (17/11/2016) kemarin.

Dari FGD tersebut, sebagaimana disampaikan Ketua Tim Peneliti Kajian Sejarah Lamongan Dari Masa ke Masa, Sarkawi B Husein, ada banyak masukan baru yang bisa dijadikan bahan referensi. Usai FGD, dia menyebutkan akan dilaksanakan seminar, sebelum kemudian hasil penelitian itu dibukukan.

Disampaikan terpisah oleh salah satu anggota tim peneliti, Adi Setyowati, meski nanti buku sejarah Lamongan itu sangat ilmiah dan text book, namun akan disajikan secara populer sehingga menarik untuk dibaca semua kalangan masyarakat.

Baca Juga :   Modus Peningkatan Jalan Luwihaji Dijaminkan BPR, Kejaksaan Bojonegoro Tahan 1 Tersangka

Diantara budayan Lamongan yang diundang dalam FGD adalah Khambali, Supriyo, Suyari dan Hidayat Ikhsan. Juga turut dalam FGD, Arsito yang dikenal sebagai seniman serta Juru Pelihara dan Keterawatan Benda Cagar Budaya seperti Awi, Syaifullah, Pamuji dan Useli.

Sementara Sekkab Lamongan Yuhronur Efendi menyebut, FGD dilaksanakan untuk menyempurnakan hasil penelitian dari Tim Peneliti Kajian Sejarah Lamongan Dari Masa ke Masa. “Penulisan sejarah Lamongan ini akan terus disempurnakan sehingga akan menjadi tonggak penting bagi Lamongan. Menjadi sebuah karya besar kebanggan masyarakat Lamongan, “ kata dia, kepada suarabanyuurip.com.

Buku itu direncanakan akan mengulas sejarah Lamongan mulai masa Nirleka hingga Airlangga. Kemudian masa Emporium Nusantara hingga perpindahan Daerah Emporium Sedayu. Juga mengulas secara lengkap masa islamisasi di Lamongan, Lamongan sebagai Kota Pelabuhan dan mengulas pula sejarah bencana di Lamongan terutama banjir.(tok) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *