Terima Perlengkapan KM Mulya Jati dari CB EMCL

Terima Alat dri EMCL

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Surabaya resmi menerima perlengkapan KM Mulya Jati yang ditemukan oleh Kapal Crewboat (CB) Shurver milik ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) disekitar titik laka pada hari Sabtu (19/11) kemarin. Peralatan tersebut baru diserahkan karena kapal CB baru menepi hari Selasa (22/11/2016).

“Siang tadi kami langsung mengambil peralatan KM Mulya Jati di stasiun pipa minyak EMCL di Kecamatan Palang,” kata Kepala Operasi Lantamal V Surabaya, Mayor Warsana, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di posko TPPI Tuban.

Beberapa peralatan yang diterima meliputi, alat tangkap/jaring, terpal warna biru, beberepa ember plastik, dan tali tampar kapal. Peralatan tersebut ditemukan di sekitar titik laka 17 mil dari bibir pantai Tuban. Saat itu Kapal CB milik EMCL juga ikut melakukan pencarian di hari pertama KM Mulya Jati yang ditabrak oleh MV Tay Son 4.

Benda tersebut sebelumnya tidak ada yang berani memastikan jika itu milik KM Mulya Jati, namun setelah pihak Polairut, Syahbandar Brondong dan pihak berwenang memastikannya. Akhirnya Basarnas baru berani merilis kepada media.

Pihaknya menegaskan informasi sekecil apapun harus dipastikan terlebih dahulu bersama pihak yang berwenang. Jika masih dalam dugaan, dikhawatirkan terjadi kesalahpahaman yang berakibat fatal.

Sementara, Kepala Operasi Basarnas, Gusti Anwar, membenarkan jika peralatan yang ditemukan di sekitar titik 17 mil itu dipastikan milik KM Mulya Jati. Pasca diterima, peralatan tersebut langsung diamankan oleh petugas sebagai barang bukti tambahan.

Baca Juga :   Tinggal Satu Truk yang Belum Terpotong

“Kami baru dapat merilis penemuan peralatan tersebut karena semua pihak harus memastikannya,” sambungnya.

Gusti kemudian menjelaskan tentang pencarian korban hari keempat, hasilnya masih nihil. Pasca penemuan tiga korban hari Minggu (20/11) lalu, kini tim gabungan masih belum menemukan tanda keberadaan 12 korban lainnya.

Saat ini separuh bangkai kapal KM Mulya Jati sudah tenggelam di dasar laut kedalaman 51 meter. Kondisi terjadi karena lima tali seling pada kran yang terpasang, pada hari Senin (21/11) putus akibat gelombang besar.

Artinya Basarnas tidak mungkin menerjunkan tim penyelam di lokasi laka, sebab arus cukup berbahaya bagi keselamatan tim. Langkah berikutnya, tim akan dibagi sesuai skenario lanjutan. Dimana pencarian akan fokus pada penyisiran mulai titik TPPI Tuban, hingga perairan Semarang, Jawa Tengah.

Skema penyisiran ini hasil koordinasi dengan beberapa pihak, mengacu pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hasil analisa sementara dengan kondisi gelombang setinggi 1-3 meter, membuat keberadaan korban bergeser setiap dua jam sekali.

“Penyisiran untuk hari kelima hingga ketujuh akan mengarah ke barat bukan ke timur sesuai prediksi dari BMKG,” jelasnya.

Baca Juga :   Menjelang Bulan Ramadan, Mensesneg Pratikno Pulang Kampung Dolokgede

Hingga pencarian hari keempat, Basarnas masih menyiagakan dua kapal besar dengan jumlah personel kurang dari 50 orang. Pencariannya akan dimaksimalkan di delapan titik, serta dilebarlan delapan hingga mil dari titik awal.

“Kami akan optimalkan hingga hari ketujuh sesuai SOP rescue, jika belum ditemukan akan kami ambil langkah strategis,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun suarabanyuurip.com di lokasi, Kapal MV Tay Son4 hari Selasa (22/11) sekitar pukul 15:00 WIB diprakirakan tiba di pelabuhan Surabaya. Sebanyak 22 awak kapal warga Negara Vietnam dipastikan selamat, dan tidak ada kerusakan apapun pada badan kapal MV Tay Son.

Sementara, kondisi terakhir KM Mulya Jati pasca ditabrak dari belakang terbelah dua. Bagian depan kapal hilang, sedangkan bagian belakang tenggelam ke dasar laut. Untuk krunya yang selamat masih dirawat di RS Lamongan, dan Puskesmas Paciran.

Sedangkan tiga ABK yang ditemukan sudah diserahterimakan kepada keluarganya untuk dibawa pulang. Dimana jenazah yang berada di kantong 01 bernama Suwarno (62), asal Gang Gambir Kecamatan/Kabupaten Batang.

Jenazah di kantong 2 bernama Karjani, asal Desa Pendak, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sedangkan jenazah di kantong 3 bernama Darmanto asal Gang Gambir Kecamatan/Kabupaten Batang. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *