SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) UBJOM Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur memastikan jika di akhir tahun 2016 pihaknya beru dapat memasok listrik sebesar 700 Mega Watt (MW) ke jaringan Jawa-Bali. Sampai bulan pekan ketiga bulan November 2016, masih ada beberapa elemen yang belum stabil.
“Seoptimal mungkin akan kami upayakan supaya akhir November semua elemen sudah stabil, dan akhir tahun dapat produksi listrik 2×350 MW,” kata General Manager PT PJB Ubjom PLTU Tuban, Hendri Bastian, ketika ditemui suarabanyuurip.com, di area PLTU, Rabu (23/11/2016).
Dia menjelaskan, saat ini produksi listrik perusahaan induk PLN Jawa Bali masih “on the track”. Artinya belum semua elemen dan sistem tabil sebagaimana mestinya.
Begitu pun juga mesin boiler unit II PLTU yang telah diuji coba April 2016 lalu, kondisinya juga belum stabil untuk beroperasi. Meskipun demikian, Bastian berjanji jika akhir bulan November semua peralatan pendukung produksi listrik sudah dapat difungsikan.
Apabila pasokan listrik sebesar 2×350 MW telah tersedia, secara berkesinambungan akan di kirim ke PLN Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Tak lama, kebutuhan vital Nasional tersebut baru dipasok ke semua jaringan Jawa Bali.
“Kami mohon doa restunya semoga objek vital Nasional di Kecamatan Jenu ini segera beroperasi sebagai mana mestinya.
Beberapa waktu lalu, Kepala Bagian K3, dan Humas Lingkungan PLTU, Warsidi  mengatakan, uji coba mesin Boiler atau mesin penghasil uap menjadi pengerak turbin untuk memutar generator PLTU. Apabila mesin tersebut berhasil diproyeksikan mencukupi listrik melingkupi wilayah Jawa dan Bali.
Mengantisipasi dampak kebisingan mesin ke lingkungan, pihaknya telah menerjunkan tim monitoring dan evaluasi (Monev) dari perusahaan. Tim tersebut bertugas mengukur kebisingan di lima desa ring 1, meliputi, Desa Wadung, Kaliuntu, Rawasan, Mentoso, dan Desa Beji, Kecamatan Jenu. (Aim)