SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Badan SAR Nasional bersama Polisi Air (Polair), dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) di akhir hari keenam pencarian ABK KM Mulya Jati masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Petugas hanya menerima beberapa perlengkapan diduga milik ABK KM Mulya Jati yang ditemukan nelayan Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
“Untuk korban masih nihil, namun hari ini kami menerima perlengkapan nelayan sebuah tas berwarna hitam,” kata Kepala Basarnas Surabaya, Muhhamad Arifin, ketika ditemui suarabanyuurip.com di pelabuhan PT TPPI, Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban, Kamis (24/11/2016).
Arifin menjelaskan, sebuah tas hitam tersebut berisikan peralatan mandi, beberapa potong pakaian atas maupun bawah, kaos tangan, berbagai obat pusing kepala, maupun sakit perut. Ditambah beberapa slop rokok, dan sebuah Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Sunardi asal Desa Tlogomojo, Kecamatan/Kabupaten Batangan, Jawa Tengah.
Pasca barang tersebut ditemukan di perairan Kabupaten Rembang di jarak 10 mil dari TPPI Tuban, kini langsung diserahkan kepada Polda Jatim untuk ditindaklanjuti oleh tim DVI. Sekali pun KTP Sunardi sudah jelas masuk dalam daftar ABK yang hilang, Arifin tidak memiliki kewenangan untuk memastikannya.
“Tim DVI atau polisi biar yang menyampaikan temuan tersebut,” tegasnya.
Bersama tim gabungan Basarnas telah melakukan pencarian secara optimal. Untuk pencarian hari keenam ada tiga kapal yang diterjunkan menyisir hingga jarak 40 mil dari TPPI Tuban.
Hanya saja timnya belum beruntung, gelombang besar yang terjadi di perairan utara Jawa cukup menyulitkan pencarian. Disinggung apakah pencarian dihentikan pada hari ketujuh besok, Arifin belum dapat memastikannya.
“Sesuai SOP pencarian korban memang berakhir hari ketujuh, jika masih nihil akan kami evaluasi,” imbuhnya.
Meskipun benar dihentikan, Basarnas akan tetap mamantau beberapa titik yang telah ditemukan serpihan kapal maupun peralatan korban. Jika dalam jeda waktu pemantauan ada penemuan, pihaknya akan membuka pencarian selama tujuh hari kembali.
Sementara, Kasatrolda Ditpolair Polda Jatim, AKBP Heru Prasetyo, juga belum dapat memastikan jika tas berwarna hitam yang ditemukan nelayan Sluke milik ABK KM Mulya Jati. Barang tersebut kini masih dalam proses identifikasi tim Polda.
“Kami tegaskan barang tersebut statusnya masih dugaan milik KM Mulya Jati,” sambungnya.
Ditanya soal nasib dari kapal MV Tay Son4, Heru menegaskan jika saat ini masuk proses penyelidikan Polda. Kapal berbendera Vietnam yang mengangkut tapioca dari Thailand kini masih ditahan di pelabuham Surabaya.
Pantauan yang dilakukan suarabanyuurip.com di sekitar lokasi TPPI yang menjadi pusat koordinasi tim gabungan, pada hari keenam pencarian sudah tampak lenggang dari awak media. Penyebabnya selama pencarian tiga hari terakhir belum ada tanda-tanda keberadaan 12 korban.
Diketahui, tiga jenazah yang telah diserahterimakan kepada keluaraganya meliputi, Suwarno (62), asal Gang Gambir Kecamatan/Kabupaten Batang yang awalnya dievakuasi menggunakan kantong mayat nomor 01.
Jenazah di kantong 2 bernama Karjani, asal Desa Pendak, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sedangkan jenazah di kantong 3 bernama Darmanto asal Gang Gambir Kecamatan/Kabupaten Batang. (Aim)