SuaraBanyuurip.com -Â d suko nugroho
Bojonegoro – Menjadi bupati dan wakil bupati di daerah penghasil migas seperti Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ternyata gajinya tidak cukup besar. Gaji itu masih kalah besar jika dibandingkan guru yang sudah bersertifikasi.
Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Setyo Hartono mengatakan, gaji untuk Bupati Bojonegoro sebesar Rp6.100.000 per bulan. Sedangkan Wabup sebesar Rp5.050.000 per bulan. Sedangkan untuk operasional setiap bulannya sebesar Rp12.800.000.
“Masih kalah besar dengan guru bersertifikasi,” kata Setyo Hartono saat mengikuti dialog publik yang dipimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati hasil seleksi Kang Yoto Leadership Challenge, Jum’at (25/11/2016).
Dengan nilai tersebut, jika dikakulasi gaji bupati dan wakil bupati dalam satu periode atau lima tahun tidak ada setengah miliar. Untuk gaji bupati dalam satu pereiode berkisar Rp300 juta, dan wabup berkisar Rp240 juta.
“Itu murni. Tidak ada tambahan dari proyek atau apanpun. Karena kami sejak awal sudah komitmen tidak akan menerima apapun di luar gaji,” tegas purnawirawan TNI itu.
Karena itu, dia menambahkan, jika dalam pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro ada yang menghabiskan uang sampai milyaran rupiah sudah dipastikan uang tersebut tidak akan kembali.
“Tapi berapun gaji itu kalau disyukuri pasti akan cukup,” ucap wabup.
Dalam kesempatan tersebut Ketua DPC Partai Gerinda Bojonegoro mengungkapkan jika jabatannya akan segara berakhir. Saat ini masa jabatannya telah memasuki delapan tahun delapan bulan, dan pada Pebruari 2017 akan berakhir.
“Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang selama ini sudah bersama-sama membantu memajukan Bojonegoro,” pungkasnya.(suko)