SuaraBanyuurip.com -Â d suko nugroho
Bojonegoro – Program Kang Yoto Leadership Challenge (KYLC) yang dilkasanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengundang perhatian Pertamina EP Aset IV Field Cepu untuk berpartisipasi. Anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu langsung memberikan sumbangan senilai Rp15 juta kepada panitia KYLC.
Program KYLC adalah kegiatan untuk memilih pelajar Bojonegoro tingkat SLTA untuk “menjadi bupati dan wakil bupati sehari”.
Perwakilan Pertamina EP Aset IV Field Cepu, Agus Amperianto mengatakan, ada beberapa alasan pihaknya mau mensponsori KYLC. Selain inovatif, kegiatan ini membangun semangat kepemimpinan generasi muda yang memiliki visi untuk memajukan Bojonegoro.
“Sekarang ini banyak orang mengaku pemimpin, tapi tidak memiliki visi kebangsaan untuk mempererat koordinasi. Tapi KYLC ini menunjukkan adanya transformasi kepemimpinan yang memiliki kebangsaan kepada generasi,” kata dia kepada suarabanyuurip.com saat menghadiri dialog publik yang dipimpin Bupati dan Wakil Bupati hasil seleksi KYLC, Jumat (25/11/2016).
Hal itu menurut Agus, ditunjukkan saat seleksi KYLC mulai dilaksanakan. Dimana pihak sekolah, orang tua, dan pelajar lainnya sangat mendukung. Selain itu para siswa yang terpilih memiliki kelebihan dalam mengkoordinasi suatu pekerjaan.
“Sehingga kegiatan ini cocok untuk kita sponsori agar mereka dapat menularkan yang baik, sehingga hasilnya nanti juga akan baik,” ucap Agus.
Agus menyarankan, ada beberapa hal yang perlu dikembangkan dalam program KYLC ini. Salah satunya adalah peserta harus mampu menyelesaikan dan memberikan solusi persoalan di masyarakat seperti yang dilakukan Bupati Bojonegoro selama ini.
“Mungkin peserta mengetahui program-program ini dari membaca berita di media, atau refrensi lainnya. Belum terjun langsung ke masyarakat,” pungkas Agus.
Salahsatu staff Kepresdinan, Niko mengapresiasi KYLC yang dilaksanakan Pemkab Bojonegoro. Menurut dia, Bojonegoro telah memikirkan calon-calon pemimpin masa depan.
“Ini sangat bagus. Karena sekarang ini di Indonesia lagi devisit pemimpin,” ujarnya.
Bupati Bojonegoro Suyoto menambahkan, akan mengevaluasi program ini sebelum dijadikan sebagai agenda tahunan.
“Bisa jadi tahun depan akan kita gelar kampanye seperti pemilihan kepala daerah beneran. Karena ini bagian dari implementasi dari pratik pancasila,” pungkas Kang Yoto, sapaan akrab Bupati Bojonegoro.(suko)