SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Sebanyak 21 desa di 8 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang tercatat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat tergenangi luberan air Sungai Bengawan Solo. Luberan air menggenani sebanyak 2.072 KK, 378 hektar tanaman padi, 33 hektar tanaman poliwijo, 10 hektar pekarangan, 2 lembaga sekolah, 550 meter jalan desa dan 50 meter jalan lingkungan di Desa Sarirejo Kecamatan Balen.
“Seperti di Kecamatan Bojonegoro, jalan desa di Ledok wetan tergenang dengan ketinggian 25 centimeter (cm, dan di Ledok Kulon sebanyak 172 rumah tergenang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Andik Sudjarwo, Minggu (27/11/2016).
Untuk Kecamatan Kalitidu, banjir merendam 162 kepala keluarga (KK) di Desa Mojo, 1 SD terdampak serta jalan desa terendam dengan ketinggian 40 cm. Sedangkan di Desa Bogo banjir merendam 27,5 hektar, dan 450 meter jalan desa dengan ketinggian 30 cm.
Desa Nguken, Kecamatan Padangan, 1 hektar tanaman padi terendam. Desa Ngablak Kecamatan Dander banjir merendam 1.723 KK , 5 hektar tanaman padi, 5 hektar pekarangan dan 100 meter jalan desa terendam dengan ketinggian 50 cm.
Sementara itu untuk Kecamatan Malo banjir merendam 2 hektar tanaman polowijo, 10 hektar tanaman padi di Desa Rendeng dan 7 hektar tanaman polowijo di Desa Tulungagung.
Kecamatan Balen, banjir nerendam 80 hektar tanaman padi di Desa Mulyorejo, 3 hektar tanaman padi dan 2 hektar tanaman poliwijo di Desa Sekaran. Seluas 150 hektar tanaman padi dan 5 hektar tanaman polowijo dan 1 sekolah terendam di Desa Sarirejo, 90 hektar tanaman padi dan 15 hektar tanaman polowijo di Desa Pilanggede.
Sedangkan Desa Kedungdowo banjir merendam 30 hektar tanaman padi, Kedungbondo 5 hektar tanaman padi dan 2 hektar tanaman polowijo juga mengalami nasib serupa.
“Di Desa Mulyoagung banjir merendam 15 KK dan 4 hektar tanaman padi, dan Untuk Kecamatan Trucuk desa terdampak di Sumbangtimun, Padang, Mori, Trucuk dan Tullungrejo,” pungkasnya.(rien)