SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus melakukan aktivitas pemasangan Doorlat disepanjang tanggul. Tak hanya itu dibeberapa titik rawan juga dijaga oleh aparat keamanan terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri.
Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Bojonegoro, Andik Sudjarwo, mengatakan, ketika tinggi muka air sungai Bengawan Solo di angka 14.90 peilschal maka doorlat sudah mulai ditutup.
Tidak hanya itu beberapa titik juga dijaga oleh aparat keamanan. Seperti di Jetak, Klangon, Ledokkulon, Ledokwetan, dan Gang Patmo yang terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto.
“Ini dilakukan untuk memastikan bahwa doorlat tersebut aman baik secara konstruksi maupun keadaan,”kata  Andik Sudjarwo, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (27/11/2016).
Pada lima titik tersebut dijaga oleh aparat keamanan baik TNI, Polri, Satpol PP, Babinkamtibmas, dan Satuan Perlindungan Masyarakat.
“Pihak kami juga melakukan pemantauan di setiap titik utamanya doorlat,†ucapnya.
Sementara itu, Kanit Provost Polsek Baureno, Aiptu Sutomo, mengatakan, jalan penghubung antara Desa Kauman dengan Desa Kadungrejo telah tergenangi air luapan Sungai Bengawan Solo. Dengan sepanjang kurang lebih 100 meter dan tinggi kurang lebih 50 centimeter.
“Kami menghimbau kepada masyarakat yang akan melewati jalan tersebut agar lebih hati-hati dan waspada,” sarannya.(rien)