Minta Optimalkan Pemasukan Non Migas

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur mengestimasikan pencapaian anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2017 mengalami penurunan 9,35 persen dibanding 2016.

Dengan kondisi tersebut, Fraksi Partai Golkar mengharap, pihak eksekutif segera melakukan evaluasi capaian pendapatan asli daerah (PAD), efisiensi anggaran belanja, dan optimalisasi pemasukan non Migas dengan membuat terobosan-terobosan kegiatan yang inovatif.

“Sehingga bisa merangsang timbulnya sumber-sumber PAD yang baru,” ujar Ketua Fraksi Golkar, Sigit Kushariono, pada saat pembacaan pemandangan umum terhadap nota keuangan Bupati Bojonegoro tentang APBD 2017 di ruang Paripurna DPRD, pada hari Jumat 25 November 2016.

Pada sisi pendapatan APBD 2017 diestimasikan mencapai Rp3.036.888.070.008, sementara target PAD apabila dibandingkan dengan APBD Induk 2016 mengalami peningkatan 13,11 %, yaitu dari Rp290 miliar ditargetkan menjadi sebesar  Rp329 miliar.

Sementara sisi belanja daerah, total belanja daerah dalam  APBD Kabupaten Bojonegoro tahun 2017 diprediksikan mencapai Rp3.738.845.374.008 atau mengalami penurunan sebesar 17,67 % dibanding rencana belanja dalam APBD 2016 setelah perubahan yang mencapai Rp3.646.185.769.798.094. 

Baca Juga :   Beroperasinya “DK” Tamparan Keras Penegak Perda

Pihaknya berharap, terkait dengan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH migas) yang mengalami penurunan signifikan, pada sisi belanja harus dilakukan penyesuaian, tidak over loud dan proporsional.

“Juga dilakukan langkah-langkah penyesuaian terhadap realisasi dana tambahan DBH-DBH yang lainnya,” tandasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *