SuaraBanyuurip.com – Totok MartonoÂ
Lamongan – Musim penghujan tidak hanya bencana banjir dan longsor yang patut diwaspadai. Namun bencana kebakaran yang sering tidak diperhitungkan kapanpun bisa datang patut juga diwaspadai. Hal ini diungkapkan oleh Komandan Regu Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Agung Supriyadi, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (27/11/2016).
Menurut Agung, bencana kebakaran tidak hanya terjadi saat musim kemarau. Saat musim penghujan pun juga bisa terjadi. “Jadi masyarakat harus selalu waspada,” kata Agung Supriyadi.
Penyebab kebakaran bukan hanya timbul dari nyala api kompor, rokok dan sumber api lainnya namun yang paling banyak terjadi disebabkan oleh konseling listrik.
“Kisaran 70 persen penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Jadi selama musim penghujan harus waspada jangan sampai terjadi korsleting listrik akibat curahan air hujan yang membasahi perkakas elektronika maupun alat listrik,” harap Agung.
Dalam catatannya, dalam kurun waktu delapan bulan terakhir sudah terjadi 8 kejadian kebakaran yang ditangani Damkar Babat. Lokasi kebakaran terjadi di wilayah Kecamatan Modo, Bluluk dan Kedungpring. Hampir semua penyebab kebakaran dikarenakan konsleting listrik.
UPT Damkar yang berlokasi di pasar Agrobis Babat baru berdiri 1 Maret 2016. Melengkapi dua kantor Damkar di Kabupaten Lamongan yaitu di Lamongan kota dan Kecamatan Paciran.
Damkar Babat membawahi sembilan wilayah Kecamatan yaitu Babat, Sukodadi, Pucuk, Kedungpring, Modo, Bluluk, Sukorame, Sambeng dan Ngimbang.
Damkar Babat yang memiliki 17 orang personel petugas dilengkapi dengan 2 unit mobil tangki Damkar dengan berkapasitas masing-masing 4000 liter air.(tok)