SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
 Bojonegoro – Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Aset IV Cepu akan segera menata sistem manajemen pengamanan (SMP) pada sumur minyak tua di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Juru Bicara Pertamina EP Aset IV Field Cepu, Agus Amperiyanto menjelaskan, SMP yang akan dilakukan meliputi penjagaan pintu keluar sebagai akses kontrol sumur minyak tua. Panjagaan ini menitik beratkan pada pengamanan obyek vital dan pendataan penambang.
“Ini yang akan kita perketat. Karena Wonocolo sudah ditetapkan sebagai  daerah wisata,†kata dia, kepada suarabanyuurip.com saat menghadiri dialog publik di Pendapa Malwopati yang dipimpin Bupati dan Wakil Bupati Kang Yoto Leadership Challenge (KYLC) beberapa waktu lalu.
Setelah di Hargomulyo, sosialisasi penertiban sumur minyak tua akan dilanjutkan di Wonocolo dan Beji. Sosialisi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada penambang agar hasil produksi harus diserahkan kepada Pertamina.
“Jika setelah sosialisasi itu masih ada penambang yang menjual minyaknya keluar, aparat hukum yang akan bertindak,†tegas Agus.
Karena itu Pertamina EP mendukung langkah tegas dari aparat penegak hukum yang melakukan penertiban dan penindakan pelanggaran hukum yang terjadi di sumur minyak tua.
“Harapan kita setiap pelanggaran hukum bisa sampai P21. Kita siap membantu mendatangkan saksi ahli untuk proses kasus ini,†tandas Agus.
Agus mengungkapkan, jumlah sumur tua di wilayah kerja pertambangan (WKP) Pertamina EP di Bojonegoro terus bertambah. Sebelumnya, dari hasil pendataan yang dilakukan hanya dua ratusan, namun sekarang mencapai tujuh ratusan.
“Tapi yang aktif tidak ada sepronya. Paling sekitar 25 sampai 30 persen,†ujar Agus.
Sedangkan dari Pengamatan Pertamina EP untuk jumlah penyuling masih ada sekira 11 ribu orang yang tersebar di seratusan titik. Jumlah ini menurut Pertamina EP jauh berkurang setelah dilakukan sosialisasi.
“Berkurangnya jumlah penyuling ini ada dua faktornya. Pertama kemungkinan mereka sudah beralih profesi pada pekerjaan lain, dan sumur-sumur yang dikerjakan sudah banyak tidak mengeluarkan minyak,†kata dia menjelasakan.
Pertamina EP mengaku, menargetkan produksi minyak mentah dari daerah Wonocolo sebanyak 900 barel per hari (BPH).
“Saat ini dari situ baru sekitar 400 an. Artinya masih ada 500 barel yang dijual ke luar,†pungkas Agus.(suko)