Wajibkan Perusahaan Rekrut Naker Lokal

bupati lamongan naker

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan – Bupati Lamongan, Fadeli, mewajibkan perusahaan yang ada di Lamongan untuk menggunakan tenaga kerja (Naker) dari Lamongan, Jawa Timur.

Pernyataan itu disampaikan seusai membuka Bursa Naker, dan Peresmian Gedung Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans)  Kabupaten Lamongan, Selasa (29/112016) kemarin.

“Untuk semua perusahaan yang ada di Lamongan, saya wajibkan untuk menggunakan Naker dari lokal Kabupaten Lamongan. Kecuali Naker dengan keterampilan khusus, baru diperbolehkan merekrut tenaga kerja dari luar Lamongan,“ pesan Fadeli.

Sementara jika perusahaan tersebut membutuhkan Naker baru dengan kualifikasi keahlian tertentu, bisa bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Lamongan.

“Nanti BLK akan membuat program pelatihan yang materinya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Sehingga memberi kesempatan bagi warga Lamongan untuk dipekerjakan terlebih dahulu,“ katanya menambahkan.

Terkait tingkat penggangguran di Lamongan, dia menargetkan bisa menurunkannya di level 3 persen. Saat ini tingkat pengangguran terbuka masih 4,1 persen, namun itu masih di bawah angka Jawa Timur yang sebesar 4,3 persen.

Baca Juga :   Pansus II Sepakat Tidak Mengubah Kenaikan Pajak di Bawah Rp1 Miliar

“Melalui Dinsosnakertrans dan BLK saya harap dapat mendukung tercapainya impian saya tersebut,“ tegas dia.

Sementara Kepala Dinsosnakertrans, Mohammad Kamil, menyebutkan, Bursa Naker itu diikuti sebanyak 30 perusahaan yang berasal dari Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Rembang, dan Jakarta Barat.

Kemudian untuk lowongan kerja yang ditawarkan mencapai 1.801. Dengan rincian 62 lowongan untuk lulusan SMP, 1.588 untuk lulusan SMA/SMK, 112 untuk lulusan Diploma, dan 39 untuk lulusan S1.

“Sampai dengan saat ini sudah 2.115 formulir pencari kerja yang dikembalikan,“ ungkap Mohammad Kamil.

Menurut Mohammad Kamil, pembangunan gedung kantor Dinsosnakertrans menghabiskan dana kurang lebih Rp 7 miliar. Untuk Gedung BLK, di tahun sebelumnya dibangun dengan dana Rp 5 miliar. Kemudian tahun ini dianggarkan lagi dana Rp 5 miliar untuk menyediakan alat-alat untuk pelatihan di BLK.

Fasilitas BLK Lamongan memiliki hal yang dapat diisi 600 orang, terdapat 24 kamar layaknya hotel dengan AC dan kamar mandi dalam bagi peserta pelatihan.

“Jika sebelumnya hanya terdapat 3 ruang dalam BLK, tahun ini sudah ditambah dengan 5 ruang, sehingga total terdapat 8 ruang yang akan mencukupi pelatihan sesuai bidang pelatihan,“ pungkas dia.(tok)

Baca Juga :   Main Pokemon Go PNS Bisa Diberhentikan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *