Mayoritas Warga Terdampak Masih Bertahan

banjir

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Memasuki hari kelima sejak meluapnya Sungai Bengawan Solo pada hari Minggu (26/11) kemarin, mayoritas warga terdampak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih memilih bertahan di rumahnya. Mereka beralasan banjir segera surut seperti tahun sebelumnya.

Salah seorang warga terdampak banjir asal Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Junaidi, mengatakan, rata-rata warga memilih bertahan untuk menjaga harta benda dan hewan ternak. Apabila terpaksa mengungsi biasanya memilih ke rumah sanak keluarga yang lokasinya aman dari banjir.

“Kami berharap air segera surut, sebab selama empat hari terakhir kesulitan belanja ataupun beraktifitas lainnya,” ucap pria yang berprofesi sebagai staf TU di SDN 2 Kanorejo, Kamis (1/12/2016).

Berbeda dengan salah seorang warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Supardi. Ia bersama tiga anak dan istrinya memutuskan untuk mengungsi di rumah saudaranya di Desa Maibit, Rengel. Pria yang bermukim tepat di tepi Sungai Bengawan Solo, itu khawatir apabila keluarganya tidak segera mengungsi terjadi hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga :   Akibat Terjangan Banjir Banyak Jalan di Babat Rusak

“Kami ajak enam keluarga lainnya, dan mereka mau ikut mengungsi,” sambungnya.

Sementara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, membenarkan tidak semua warga mau mengungsi. Padahal sejak titik hulu siaga merah, timnya sudah mengintruksikan warga untuk pindah sementara hingga surut.

“Sejak awal posisi siaga merah sudah kita himbau, tapi mereka tetap bertahan di rumah masing-masing,” jelasnya.

Sesuai laporan terbaru dari Camat Rengel, Mahmudi, saat ini sudah banyak warga dari beberapa desa di Kecamatan Rengel yang mengungsi di saudaranya. Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya menghimbau warga untuk mengungsi di tenda yang telah disediakan di pos kantor kecamatan.

“Kalau bisa dihimbau supaya ngungsi di tenda yang telah disiapkan, guna memudahkan pemantauan dan pelyanan,” harapnya.

Hingga memasuki hari kelima, jumlah KK yang terendam semakin banyak. Belasan sekolah mulai dari Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, dan Widang juga terendam. Dampaknya sekolah yang parah genangannya, harus meliburkan anak didiknya hingga banjir surut.

Data tanggal 28 Novomber 2016, jumlah keseluruhan rumah yang terendam di empat kecamatan ada 1.762 Kepala Keluarga (KK), sedikitnya ada 4.676 warga yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga :   Diduga Sakit Jantung, Pria Asal Sidoarjo Meninggal Dalam Mobil

Lainnya sepanjang 55.515 meter jalan lumpuh, 11 sekolah tergenang, satu masjid, dan 29 musholla juga terendam. Banjir juga menggenangi 1.962 hektar sawah, 184 hektar tegalan, dan 74 hektar pekarangan warga.

Hingga saat ini BPBD juga telah mendistribusikan 1.000 paket Sembako dan selimut. Bantuan ini akan terus ditambah, seiring bertambahnya warga yang membutuhkan bantuan. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *