SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda meminta maaf kepada semua warga terdampak banjir luapan Sungai Bengawan Solo di empat kecamatan. Permintaan maaf tersebut karena perintah kabupaten (Pemkab) belum dapat mencegah datangnya banjir di wilayahnya.
“Mewakili pemkab saya minta maaf karena sampai tahun 2016 masih terjadi banjir,” kata Fathul Huda saat menyerahkan bantuan kepada warga Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Jumat (2/11/2016).
Selama ini pemkab terus berupaya semaksimal mungkin untuk menyiapkan tanggul di tepi Sungai Bengawan Solo. Lantaran minimnya anggaran pembebasan lahan akhirnya sampai tahun 2016 baru 1,5 Km lahan yang siap. Ditambah pula belum semua warga mau menyerahkan lahannya untuk proyek besar tersebut.
Lahan yang telah siap tersebut baru di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel. Padahal sesuai estimasi pembangunan tanggul membutuhkan lahan sepanjang 30 Km mencakup Kecamatan Widang, Plumpang, Rengel, dan Soko.
“Dalam pembangunan tanggul pemkab hanya bertugas menyiapkan lahan, sedangkan untuk pembangunnya akan diserahkan Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo,” imbuhnya.
Untuk menyukseskan proyek tersebut, pemkab akan sulit merealisasikannya tanpa doa dan dukungan semua pihak. Terpenting pemilik lahan yang berada di tepi Bengawan Solo supaya proaktif, ketika ada tim pembebasan lahan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati bersama BPBD Tuban juga memberikan bantuan Sembako sebanyak 115 paket warga Glagahsari. Selain itu bantuan serupa dikirim ke Desa Pandanwangi, Sandingrowo, dan Kenongo melalui perangkat desa masing-masing.
Sementara, Kepala Desa Glagahsari, Suyitno, sangat berterimakasih dengan adanya bantuan dari Pemda. Meskipun bantuan tidak sebanding dengan jumlah KK terdampak, minimal dapat meringankan beban kebutuhan warga yang empat hari terakhir tidak dapat belanja.
“Bantuan itu akan diratakan kepada 647 KK di Glagahsari,” sambungnya.
Selain bantuan dari Pemda, pihaknya juga menerima bantuan dari pihak lain serupa dari Karang Taruna (Kartar) kecamatan. Harapannya masyarakat Tuban tergerak hatinya, supaya dapat mengirimkan bantuan kepada warganya yang membutuhkan.
Sehari sebelumnya, Bupati Tuban bersama Ketua DPRD Tuban, Miyadi juga memberikan bantuan di Desa Kedungrojo, Kecamatan Widang. Rencananya bantuan akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Tambakrejo, Kasilan, mendukung program pembuatan tannggul di tepi Bengawan Solo. Dia berharap Pemda segera memprioritaskan pembangunan tangguk di desanya sebab dikelilingi sungai.
“Setiap kali banjir ada 600 lebih KK yang terendam, dan warga kesulitan air bersih dan Sembako,” pungkasnya. (aim)