SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SSK Migas) memastikan banjir akibat meluap Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur, tidak mempengaruhi kegiatan produksi migas.
“Semua kegiatan masih berjalan normal,” kata Humas Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Priandono Hernanto kepada suarabanyuurip.com di sela-sela menyerahkan bantuan peduli banjir bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jumat (2/12/2016).
Dia menjelaskan, produksi minyak di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang dilakukan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) masih stabil di angka 185 ribu barel per hari (bph). Begitu pun dengan produksi yang dilakukan Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOBP-PEJ) di Lapangan Sukowati maupun Mudi, Blok Tuban.
“Di Banyuurip stabil di angka itu. Kalau di Sukowati dan Mudi saya tidak update. Tapi yang pasti banjir tidak berdampak baik di Banyuurip maupun di Sukowati dan Mudi karena tidak terkena banjir,” tegas Ian-sapaan akrab Priandono Hernanto.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Andik Sudjarwo, mengatakan jika tren Sungai Bengawan Solo baik di hulu maupun hilir Bojonegoro telah turun.
“Sudah ada penuruan empat centi menter, lumayan lah,” sambung Andik.
Meski demikian masyarakat dihimbau untuk tetap waspada karena fluktuasi Bengawan Solo masih terus terjadi hingga bulan Januari 2017 mendatang.
“Masyarakat khususnya di bantaran bengawan untuk terus mengikuti update informasi yang kita berikan,” pesan Andik.(suko)