SuaraBanyuurip.com -Â Edi Supraeko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Katur, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur, mengingatkan kepada PT Pembangunan Perumahan (PP) kontraktor Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) segera memperbaiki jalan utama menuju J-TB yang kini dikeluhkan warga.
Karena selain banyak yang berlubang, jalan yang juga poros Kecamatan Kalitidu-Gayam tersebut menimbulkan polusi debu.
“Saya sarankan agar PP segera memperbaikinya sebelum memunculkan gejolak sosial warga karena polusi debu,†kata Kepala Desa (Kades) Katur, Sukono, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (02/04/2017).
Sukono mengaku, sudah banyak warga Katur utamanya para pemuda karang taruna yang melaporkan ke Pemdes Katur merasa tidak nyaman karena banyaknya debu beterbangan dihempas ban kendaraan yang lalu-lalang setiap harinya. Termasuk juga kendaraan dump truck pengangkut material proyek J-TB yang keluar masuk jalan tersebut.
“Penyiraman minim. Tidak hujan sehari saja polusi debunya sudah bukan main. Sampai tanaman dekat jalan daunnya berubah menjadi putih tertempel debu. Bahkan meja di kantor desa saya ibaratnya bisa ditanami jagung karena penuh dengan debu,†ucapnya.
“Karena debu warga yang berada di kanan kiri jalan mau nyantai di teras rumahnya juga merasa tidak nyaman. Selain itu saya sarankan sopir dump truck jangan ugal-ugalan jika kembali dari proyek J-TB dalam kondisi kosongan. Karena berbahaya banyak warga melintas bahkan juga anak-anak sekolah,†lanjutnya.
Kades ring satu Banyuurip, Blok Cepu itu, mengaku, pernah ditemui pihak PEPC bahwa perbaikan jalan tersebut adalah tanggungjawab PP. Sedangkan pihak PP saat menemuinya beralasan karena faktor ketebalan pembangunan jalan.
“Waktu itu yang nemui saya perwakilan PEPC, Pak Ismail. Kalau pihak PP yang saya kenal cuman Mas Edi Purwanto (Endik) yang lainnya lupa. Intinya segera diperbaiki, soal tebalnya 4 centi meter atau 11 centi meter bukan urusan kita, itu urusan perusahan,†tandas Ketua Paguyuban Kades se Kecamatan Gayam ini.
Ditambahkan, jika dalam waktu dekat tidak segera dilakukan perbaikan tidak menutup kemungkinan warga akan melakukan aksi di jalan. “Sementara warga masih tidak saya perbolehkan nunggu dari PP segera memperbaiki atau tidak. Jika tidak segera diperbaiki, saya tidak bisa berbuat apa apa. Karena saya tidak mau ditunding warga negatif,†pungkasnya.(edi/sam)Â