Dua Pintu Masuk Pad B Diblokir Warga

Tuntut kompensasi

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Sebanyak 600 warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang tergabung dalam Gerakan Bersama Bayar Kompensasi Rakyat (Gebyar Korak) memblokir dua pintu masuk Tapak Sumur (Pad) B Lapangan Mudi, Blok Tuban, Selasa (6/12/2016) sejak pukul 09:00 WIB.

 Unjuk rasa tersebut masih sama tuntutannya dengan aksi sebelumnya, yakni menagih jatah kompensasi tahun 2016 yang belum ada kejelasan dari operator Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).

“Pintu masuk sebelah selatan diduduki warga, sedangkan pintu masuk Pad B sebelah utara dikepung anggota Karang Taruna (Kartar),” kata Kepala Desa (Kades) Rahayu, Sukisno, kepada suarabanyuurip.com, di lokasi aksi Pad B Mudi, Selasa (6/12/2016).

Aksi kesekian kalinya ini langsung dipimpin oleh perangkat desa sebagai oratornya. Secara bergantian mulai Kades Sukisno dan kepala dusun (Kasun) menuntut kompensasi untuk segera dicairkan.

Hingga pukul 10:33 WIB, tak satupun pihak manajemen JOB P-PEJ menemui massa. Keterangan dari security Pad B, saat ini masih ada rapat di jajaran internal manajemen.

Baca Juga :   Tingkatkan Pendidikan Mahasiswa, PPSDM Migas Gelar Pelatihan Bidang K3

“Kami akan turun jalan beruntun apabila pihak Field Admin Superintendent JOB P-PEJ, Akbar Pradima tidak memberikan kejelasan kapan kompensasi di berikan,” imbuhnya.

Dalam orasinya Sukisno juga membeber jumlah kompensasi yang belum diberikan JOB P-PEJ kepada warga terdampak. Jumlahnya sekira Rp3. 400.000.000 terhitung sejak bulan Januari-November 2016.

Massa yang semakin beringas terus memblokade pintu masuk Pad B. Bahkan perangkat desa membatasi waktu apabila pukul 11:00 WIB tidak ditemui, massa akan mendobrak pintu gerbang.

Selain perangkat Desa Rahayu yang berorasi, Kepala Desa Bulurejo, Yauri juga ikut terlibat dalam aksi. Dikabarkan pula Dusun Semutan, Desa Bulurejo tahun depan tidak masuk dalam daftar penerima kompensasi.

“Adanya flare yang terus menyala warga harus menerima kompensasi,” pungkasnya. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *