Ancam Hentikan Mobil Pertamina

warga rahayu demo

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban– Ratusan warga Rahayu yang dipimpin Kepala Desa (Kades) Rahayu Sukisno, mengancam bakal menghentikan mobil Pertamina yang melintas di Jalan Lingkar Rahayu-Pertamina, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Ancaman tersebut disampaikan setelah Field Admin Superintendent (FAS) Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Akbar Pradima menyampaikan kompensasi di ganti tali asih dua bulan.

“Kami akan menghentikan semua akses jalan yang dilalui mobil Pertamina di Desa Rahayu apabila kompensasi tidak cair,” kata Kades Sukisno, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (7/12/2016).

Sukisno mempertanyakan apa dasar hukum yang digunakan untuk mengganti kompensasi dengan tali asih. Apabila dasar hukumnya jelas pasti warga dapat menerimanya, sebaliknya jika belum ada jangan salahkan jika aksi terus berlanjut.

Sampai dengan tahun 2016, surat perjanjian kompensasi yang ditandatangani tahun 2009 juga masih sah dan belum ada revisi. Artinya penawaran tali asih kurang tepat, sebab belum ada kesepakatan antara warga dan operator Blok Tuban.

Paska aksi hari Selasa (6/12) kemarin, Pemdes Rahayu bakal bersinergi dengan Pemdes Bangunrejo, Sumurcinde, Kecamatan Soko, dan Pemdes Bulurejo, Kecamatan Rengel untuk memblokir jalan. Pemblokiran mobil tersebut bakal berlanjut, sampai ada kejelasan kompensasi.

Baca Juga :   Kontrak Pekerjaan EPC 5 Habis Januari 2015

“Apabila JOB P-PEJ masih mengandalkan hasil riset ITS itupun dinilai kurang valid, sebab hanya diputuskan secara sepihak,” imbuhnya.

Senada yang disampaikan oleh Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Rahayu, Kamsiadi. Dia juga tidak habis pikir, kenapa JOB P-PEJ tidak menjalankan amanat surat perjanjian 2009 tersebut.

“Negara ini berlandaskan hukum, dan warga hanya meminta kompensasi sesuai aturan yang ada,” sambungnya.

Kamsiadi mengatakan, aksi ini tidak akan berhenti sampai ada kejelasan pencairan kompensasi. Pihaknya juga berharap pemangku kebijakan daerah, maupun Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa dapat bersikap netral, sekaligus memberikan solusi yang tidak merugikan siapapun. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *