2017 EMCL Garap Kedung Keris

Erwin Maryoto

SuaraBanyuurip.comAly Imron

Bojonegoro – Operator Blok Cepu, Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) berencana memulai pengerjaan lahan lokasi pemboran Minyak dan Gas Bumi (Migas) Lapangan Kedung Keris (KDK) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur tahun 2017 mendatang.

Rencana tersebut baru dapat dilakukan pasca Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas),  menyetujui rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) Lapangan (KDK), Blok Cepu.

“Tahun depan EMCL baru bisa menyiapkan lahan maupun persiapan penanaman pipa menuju Lapangan Banyuurip,” ucap Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Pad B Lapangan Banyuurip, Kamis (8/12/2016).

Erwin menjelaskan, lapangan KDK ini nantinya dapat memproduksi minyak hingga 5.000 barel per hari (bph), sehingga mampu menopang volume produksi Blok Cepu. Sesuai rencana paling lambat lapangan ini mulai produksi tahun 2019 mendatang.

Pemboran sumur Kedung Keris ini dilakukan di daratan hingga kedalaman 7.032 kaki (2.143 meter). Sumur KDK ini bersinggungan dengan lapisan minyak setebal 561 kaki (171 meter) di zona karbonat sasaran. Terletak 14 kilometer dari Lapangan Banyuurip yang ditemukan pada 2001.

Baca Juga :   PGN Siagakan Satgas RAFI 2026, Layanan Gas Bumi Selama Ramadhan dan Idul Fitri Terjaga

“Penemuan di Kedung Keris akan menjadi tambahan penting terhadap 450 juta barel minyak yang diharapkan dari pengembangan penuh Lapangan Banyuurip,” imbuhnya.

Setelah PoD disetujui dan siap berproduksi, minyak dari Lapangan Kedung Keris akan dialirkan dan diolah di fasilitas produksi utama atau central processing facility (CPF) Banyuurip. Tambahan minyak dari lapangan tersebut akan membuat volume produksi Blok Cepu bisa stabil di angka tertinggi. 

“Puncak produksi Lapangan Banyuurip hanya akan bertahan sampai tiga tahun ke depan, sehingga suplai minyak sebesar lima ribu bph ini sangat penting,” jelasnya.

Ditambahkan pula, hak pengelolaan Blok Cepu dipegang oleh dua kontraktor, yakni Pertamina EP Cepu dan ExxonMobil Cepu Limited. Keduanya sama-sama memiliki hak pengelolaan 45 persen, tapi operator blok migas ini dipegang oleh Exxon Mobil.

Sementara 10 persen hak pengelolaan lainnya dimiliki oleh empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni, PT Blora Patragas Hulu, PT Petrogas Jatim Utama Cendana, PT  Asri Darma Sejahtera, dan PT Sarana Patra Hulu Cepu. 

Baca Juga :   Persoalan Tenaga Kerja Pengaruhi Produksi

“Untuk investasi lapangan KDK ini diprakirakan mencapai 100 juta dollar,” pungkasnya. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *