Pemilik Toko Sembako Dianiaya Perampok

olah tkp prampok

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pemilik toko Sembako, Swiyono Siswanto (50) di Jalan Panglima Sudirman (Pangsud) Tuban, Jawa Timur sekitar pukul 06:00 WIB ditemukan dalam kondisi terikat dan sekujur badannya melepuh terkena cairan panas. Penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh kawanan perampok yang kini masih dalam pengejeran anggota Kepolisian Resort (Polres) setempat.

Salah seorang karyawan toko, Ana, ketika ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengatakan, kejadian perampokan tersebut diprakirakan terjadi dini hari. Mengingat toko Sembako yang beroperasi di Jalan Pantura itu mulai buka pukul 10:30 WIB, dan tutup pukul 24:00 WIB.

“Besar kemungkinan kejadiannya pagi, saat pemilik toko hendak keluar,” ucap ana sambil mengusap air matanya.

Perempuan yang telah lama bekerja di toko orang China itu, tidak  mencurigai siapapun. Hanya saja perampokan itu dialami bosnya, tanpa ada satu penjaga yang menemani di toko tempat ia bekerja.

Sementara saudara korban, Swiyanti, menjelaskan, korban selama ini memang telah lama tidur sendirian di tokonya setelah tutup. Hanya saja dia tidak menyangka kalau gudang tokonya dibobol perampok, bahkan ada tindakan penganiayaan.

Baca Juga :   Tuntut Pemkab Bojonegoro Sejahterakan Rakyat

Awal mula diketahui perampokan itu, sekitar pukul 05:30 WIB korban meneloponnya mengatakan kalau tokonya dimasukin orang. Percakapan pertama itu sempat tidak dipercayainya, sebab sering kali ada candaan semacam itu sebelumnya.

“Selang beberapa menit korban menelepon kedua kalinya dengan percakapan serupa,” sambungnya.

Ketika anak Swiyanti tiba di toko milik korban ternyata benar, korban saat itu dalam kondisi pakaian kerja basah kuyup terkena air panas. Sekaligus tubuhnya mulai leher sampai kaki melepuh. Beruntung di dekat toko ada mobil pickup, seketika itu langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk memperoleh perawatan intensif.

Kapolsek Tuban, AKP Supar, yang sejak pukul 09:00 WIB berada di TKP bersama anggotanya langsung melakukan olah TKP. Sekaligus menanyai beberapa saksi mata, maupun karyawan toko.

Dalam olah TKP petugas tidak menemukan kerusakan pintu, hanya saja ada kecurigaan perampok lewat atap yang terbuat dari seng. Perampok disinyalir menerobos atap gudang, kemudian memasuki toko dan menganiaya pemiliknya.

Saat ini petugas belum dapat memastikan apa motif dari perampokan kali ini. Bisa jadi perampokan tersebut ada kaitannya dengan orang dalam, maupun karyawan lama.

Baca Juga :   137 CJH Lamongan Berangkat Duluan

“Kasus ini masih di dalami, dan besaran kerugian materialnya belum dapat dipastikan,” jelasnya.

Sejak petugas tiba di lokasi, hingga pukul 12:00 WIB arus lalu lintas di jalur Pantura sedikit melambat. Pengguna jalan maupun warga sekitar terus berdatangan ke TKP, dan beberapa petugas Lantas Polres terus mengatur lalu lintas. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *