SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Momentum hari kelahiran atau maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari Senin (12/12/2016) tak hanya diramaikan di desa-desa, namun juga dirayakan oleh 338 Nara Pidana (Napi) Lapas Kelas II B Tuban, Jawa Timur. Antusiasme Warga binaan Lapas lebih ketara, ketika pengasuh pondok pesantren ASY Syafi’iyah Brondong, Kabupaten Lamongan, Muhammad Darsuki memberikan ceramah atau siraman rohani.
“Kegiatan tahunan di Lapas Tuban ini diharapkan menambah keimanan Napi selama menjalankan hukuman atas perbuatannya,” kata Kepala Lapas Kelas II B Tuban, Danang Yudiawan, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di lokasi.
Kesempatan penuh makna tersebut juga diharapkan menjadi ajang refleksi, dan silaturahim antara petugas dan Napi. Ditambah pula Napi juga dapat mencontoh perilaku, dan kepribadian Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, melalui kegiatan religi yang rutin selama ini perlahan mampu merubah ahlak setiap Napi. Meskipun perubahan tersebut membutuhkan waktu, namun pihaknya bakal terus membimbing supaya selepas dari Lapas setiap Napi dapat berguna untuk lingkungan dan bangsa.
“Wawasan keagamaan ini diproyeksikan merubah kepribadian dan jiwa Napi lebih baik,” imbuh Danang.
Selain memperoleh siraman rohani dari Kyai Muhammad Darsuki, Napi juga dihibur pertunjukan marawis dari grup Marawis WBP setempat sebelum dimulainya ceramah dimulai.
Selaku pimpinan tertinggi di Lapas, Danang tidak ingin ada satupun warga binaannya gagal memperbaiki ahlaknya selama di Lapas. Melalui giat keagamaan semacam inilah, dia harapkan ada berkah dari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW.
Selama kegiatan berlangsung, semua peserta baik dari Napi maupun petugas khusuk mengikuti serangkaian acara. Tak lupa lantunan sholawat juga diucapkan secara serentak disela-sela acara baik di awal maupun akhir ceramah.
Sementara, salah seorang Napi yang enggan disebut identitasnya merasa senang, kali ini dapat merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW bersama rekan satu Lapas. Meskipun tidak bersama keluarga, dia tidak mempersialkannya terpenting dapat mengingat dan merayakan maulid itu yang paling penting.
“Semoga ada berkah dari kegiatan ini, dan mendapatkan syafaat Nabi ketika berada di hari pembalasan nantinya,” pungkasnya. (Aim)