SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia
Bojonegoro – PT Intermedia Energi (PT IME) bakal menjual lahan  yang akan digunakan untuk pembangunan pengolahan flare gas seluas 3 ha (3000 m2). Kabarnya penjualan lahan yang terletak di Dusun Plosolanang, Desa Campurjo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan digunakan untuk membayar hutang.
PT IME merupakan mitra dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) yang akan membangun fasilitas gas flare dari Lapangan Sukowati, Blok Tuban.
Namun, hingga kini rencana tersebut belum juga terlaksana. Bahkan meninggalkan permasalahan dengan kontraktor lokal.
“PT IME masih punya hutang pada perusahaan saya senilai Rp1,5 miliar,” ujar Direktur Utama PT USP, Yuda Alamsyah, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (13/12/2016).
Yuda, menjelaskan, masih ada kontraktor lokal lainnya yang disinyalir juga belum mendapatkan pembayaran dari PT IME setelah melakukan pekerjaan sipil di tahun 2013.
“Kami mendapat informasi, PT IME akan menjual lahan tersebut untuk membayar hutang,” tukasnya.
Data yang didapatkan Suarabanyuurip.com menyebutkan, lahan tersebut dibebaskan PT BBS dengan harga Rp 200 ribu per meter.
“Lahan ini milik 12 orang dan harga yang diberikan itu sudah tinggi,†kata Imam Sutikno tokoh masyarakat Desa Campurjo yang memfasilitasi pembebasan lahan tersebut.(rien)