SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora– Hujan deras yang mengguyur wilayah Blora, Jawa Tengah, pada Selasa (13/12/2016) sore kemarin, mengakibtkan ratusan rumah di Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan, tergenang banjir. Selain itu banjir juga merobohkan satu rumah dan menggenangi sekolah dasar.
Kepala Desa Mojorembun, Mochammad Syaifudin Zuhri menjelaskan, akibat hujan deras sore kemarin membuat 164 rumah di desanya tergenang air dari luapan Kali Wulung lantaran tidak mampu menampung debit air.
Ia menceritakan, air mulai meninggi pada pukul 17.00 WIB, dan sekitar pukul 01.00 WIB dini hari mulai masuk ke rumah-rumah warga.
“Puncaknya sekitar pukul setengah empat pagi. Dengan rata ketinggian air mencapai lutut orang dewasa,” ujarnya.
Banjir mulai surut pukul 05.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Namun hingga siang tadi, air kali masih setara dengan daratan. Sehingga masih tampak genangan pada sebagian lahan pertanian warga.
Selain menggenangi rumah dan lahan warga, akibat luapan Kali Wulung juga mengakibatkan satu rumah roboh dan talut (sandaran jalan) ambrol sepanjang 20 meter.
“Untuk serugian satu rumah kita taksir mencapai Rp. 20 juta. Sedangkan talud yang ambrol belum kami perhitungkan,” ujarnya.
Pihaknya berharap ada bantuan logistik untuk warga dan pembangunan tanggul untuk Kali Wulung mulai dari Desa Sumber sampai Desa Mojorembun.
“Supaya warga kami tidak setiap tahun terkena banjir,” harapnya.Â
Sementara, Kepala Satpol PP Kecamatan Kradenan, Sugeng menyatakan, banjir kemarin menggenangi dua desa yakni Desa Sumber dan Desa Mojorembun.
“Akibat derasnya hujan, sebagian badan jalan utama di Dukuh wates mengelami ambles,” sambungnya.
Menurutnya, bantuan baru datang dari BPBD berupa logistik yang diberikan kepada korban rumah roboh akibat banjir di Mojorembun. (ams)