SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – PT Tawun Gegunung Energy (TGE) selaku Kerja Sama Operasional (KSO) Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4, menargetkan dapat memproduksi minyak lebih dari 100 Barel Per Hari (Bph) dari Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Gegunung di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada tahun 2017 mendatang. Target ini hanya berasal dari 12 mulut sumur yang masuk wewenangnya TGE.
“Kami optimis setiap sumur dapat menghasilkan minyak 10 bph, sehingga kalau ada 12 sumur rata-rata ada 100 Bph yang terkumpul,” kata Field Manager PT TGE, Ervino, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kantornya Desa Ngrojo, Kecamatan Bangilan, Kamis (15/12/2016).
Vino sapaan akrabnya mengaku belum dapat berbicara banyak soal progres di Lapangan Gegunung. Hingga penghujung tahun 2016, empat subkonnya masih serius mempersiapkan kontruksi di lokasi.
Sesuai target dari Pertamina, TGE akhir tahun ini harus menyediakan minimal satu tangki penampungan minyak. Sekaligus finishing lokasi untuk kantor TGE yang baru di dekat sumur Gegunung.
“Kalau satu tangki penampung minyak sudah ada, kapanpun subkon dapat memulai produksinya,” imbuhnya.
Dari 22 sumur yang menyebar di Lapangan Gegunung, ada empat subkon yang mengelola. BUMD Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) milik Pemda Tuban yang memperoleh hak kelola 10 sumur. Sedangkan 12 sumur sisanya dikerjakan oleh PT Arkan, PT Global, dan PT Petro.
Masing-masing subkon saat ini sedang fokus persiapan kontruksi di lapangan. Ada yang masih mengecek kandungan minyak di dalam sumur, persiapan pemasangan rig, maupun penyediakan lokasi limbah hasil produksi.
“Kami mohon doa restu dari masyarakat supaya kegiatan produksi TGE berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” harapnya.
Diketahui, di Lapangan Gegegunung sendiri kurang lebih ada 56 titik sumur. Saat ini baru ditemukan 22 sumur. Secara bertahap TGE bakal melakukan reaktivasi, maupun pengeboran ulang untuk mengoptimalkan potensi Migas di wilayah setempat.
Sesuai data yang dimiliki TGE, produksi Lapangan Gegunung bakal bertahan lebih dari 15 tahun. Cadangan minyak sumur tua peninggalan Belanda itu, dinilai masih potensial menambah cadangan Migas Nasional. Meskipun jumlahnya tidak sebesar produksi Migas di wilayah KSO Pertamina EP lainnya.
Selama 4 tahun lamanya penantian TGE mengelola Lapangan Gegunung baru terjawab. TGE sendiri telah meneken kontrak bersama Pertamina Eksplorasi Produksi (P EP) Asset 4 Field Cepu pada tahun 2012 silam, dan kini tahun 2016 baru dapat masuk ke wilayah tersebut. (Aim)