Pupuk Langka, Petani Tuban Tersiksa

Petani Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Menipisnya persediaan pupuk subsidi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, membuat ratusan petani di 20 kecamatan menjerit. Hampir dua pekan lamanya, beberapa distributor pupuk resmi sudah kehabisan stok pupuk.

“Padahal sekarang waktunya memupuk tanaman malah stoknya yang habis,” terang Kepala Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, Mujammi’in, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (15/12/2016).

Pria yang kesehariannya juga bertani ini merasakan sedniri sulitnya mencari pupuk. Bahkan kerap memperoleh aduan dari warganya soal pupuk. Terlebih memasuki masa pemupukan padi saat ini.

Menipisnya cadangan pupuk kali ini dirasa berakibat fatal.  Sejumlah petani harus membeli pupuk di kecamatan lain yang masih memiliki stok. Salah satu resiko kelangkaan pupuk kali ini, bakal berdampak pada padi yang sudah berusia 25 hari.

“Apabila mupuknya telat otomatis hasil produksinya juga menurun,” imbuhnya.

Menyikapi kelangkaan pupuk subsidi dibenarkan oleh Kasi Meteorologi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Tuban, Sunaryo. Dia merinci untuk pupuk jenis Urea saat ini tersisa 2.524 ton, atau 5,1 persen dari alokasinya 49.328 ton. Pupuk ZA terisa 1.127 ton atau 12,4 persen dari alokasi 9.105 ton.

Baca Juga :   Desa Ring 1 Blok Cepu Gelar Turnamen Bola

Hal serupa juga terjadi pada pupuk jenis SP36 masih 212 ton, atau 1,8 persen dari alokasi 11.634 ton. Untuk pupuk Poska juga serupa masih 657 ton dari total 30.426 ton. Ditambah pupuk Petroganik tersisa 2.165 ton dari 19.311 ton.

“Menipisnya pupuk ini memicu gejolak petani yang kini memasuki musim tanam,” terangnya.

Ketua Komisi B DPRD Tuban, Karjo, juga mendapatkan laporan di sejumlah kecamatan terjadi kelangkaan pupuk subsidi. Dalam waktu dekat dewan bakal berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk menjawab kesulitan petani Bumi Wali (Sebutan lain Tuban).

“Akan kami koordinasikan segera, kasihan petani waktunya memupuk malah stoknya habis,” janjinya.

Beberapa stake holder yang bakal diajak koordinasi meliputi, distributor pupuk, produsen pupuk, Dinas Pertanian Tuban, sampai kelompok tani. Dalam pertemuan nantinya diharapkan, menemukan sumber kelangkaan pupuk dari hulu hingga hilir.

Dia menyadari besarnya kebutuhan pupuk, salah satunya dipengaruhi faktor tanam bareng. Cuaca mendukung dan minim penyakit kali ini, menjadi peluang besar petani untuk meningkatkan produksi tanamnya.

Baca Juga :   DMI dan PT Realfood Launching Program Takjil Ramadhan untuk Masjid di Bojonegoro

“Pembukaan lahan hutan milik Perhutani juga menyerap pupuk cukup banyak, sehingga mengurangi jatah petani yang mengelola sawah,” jelasnya.

Kepala Bidang Tanaman dan Holtikultura Dinas Pertanian Tuban, Suparno, tidak menampik kalau banyak petani yang menjerit karena kesulitan pupuk. Pihaknya mengaku telah melakukan re-alokasi pupuk antar kecamatan.

“Tujuannya meminimalisir tidak adanya stok pupuk subsidi,” tukasnya.

Sejalan proses re-alokasi pupuk, Dinas Pertanian juga masih menunggu kiriman pupuk dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *