Proyek Pasar Induk Blora, Berpotensi Rugikan Negara Rp2,8 Miliar

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Proyek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) berupa pengerjaan pengurugan tempat dibangunnya pasar Induk Blora di Gabus, Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora diduga berpotensi mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp 2.858.807.000.

Agus Jumantoro aktivis masyarakat anti korupsi mengaku, kegiatan pemangunan pasar rakyat Kabupaten Blora yang dikerjakan oleh PT. PERMATA LANSEKAP NUSANTARA yang beralamat di jalan Gayungsari Timur Blok MGN No.6 Surabaya dengan nilai kontrak Rp 10.699.997.000 diduga telah terjadi kesalahan perhitungan.

Terkait pekerjaan tersebut dalam hal perhitungan analisa urugan tanah Grosok(Kode Analisa H.3) dengan Volume 37.057,59 Meter Kubik terdapat kejanggalan. “Ini ada metode lama yang biasa di lakukan. Untuk itu kami meminta Inspektorat segera bertindak agar kelebihan anggaran bisa di kembalikan ke kas Negara,” ungkapnya.

Menurut analisanya, harga material tanah pemilihan (Grosok) adalah harga di lokasi pekerjaan. Sedangkan pada item C (peralatan), peralatan dalam analisa tersebut diatas masih terdapat peralatan Dump Truck 5 Ton dengan koefisien 0,5143 perjam untuk tiap meter kubik material.

Baca Juga :   Terekam CCTV, Seorang Perempuan Diduga Curi Uang Pedagang Bojonegoro

“Peralatan Dump Truck 5 ton itu seharusnya sudah tidak dibutuhkan lagi, karena harga material tanah pilihan grosok adalah harga di lokasi pekerjaan bukan di Quary material,” jelasnya.

Apabila diasumsikan, lanjut dia, minimum harga peralatan Dump Truck 5 Ton dengan sewa sekiira Rp 150.000 per jam, dikalikan koefisien alat 0,5143 jam, dikalikan lagi dengan volume pekerjaan 37,057,69 meter kubik akan diketemukan jumlah kerugian Negara yang cukup tinggi yaitu kurang lebih Rp 2.858.807.000.

Untuk itu pihaknya meminta inspektorat untuk segera turun menyelidiki dan melakukan penyidikan atas dugaan kerugian Negara tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Kabupaten Blora, Maskur mengaku, kalau ada salah perhitungan nantinya akan dikembalikan atau diganti dengan pengerjaan Grosok atau peninggian.

“Hal itu perlu dikaji lagi. Saya terbuka, kalau ada kerugian ya dikembalikan,” ungkapnya saat di temui di ruang kerjanya.

Dia menambahkan, saat ini sedang dihitung kembali oleh perencana, saat ini juga sudah dua kali rapat terkait hal tersebut. Lokasi yang bakal dijadikan pasar nanti diurukg dengan ketinggian 90 cm.

Baca Juga :   Pelajar SMP 5 Bojonegoro Tenggelam di Krawak Montong

“Sehingga untuk luasan 4,4 ha membutuhkan sekira 40.000 kubik urugan. Satu dua hari sudah ada hasilnya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, lahan yang sebelumnya berupa sawah bengkok kini sudah dilakukan pengurugkan, pemadatan, selanjutnya akan dibangun pembuatan pagar, penghijauan, penerangan dan lain sebagainya. Untuk pembangunan gedung sendiri rencananya baru akan dilakukan tahun 2017 mendatang. 

Sebab tahun ini kita bangun talud pembatas lahan, pagar dna lain sebaginya. Rencananya, lokasi tersebut akan dibangun pasar untuk menampung para pedagang sebanyak 2000 lebih. Sementara untuk tahun berikutnya 2017 akan dimulai pembangunan fisiknya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *