SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Rusaknya jalan penghubung antara Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, dengan Desa Semanggi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengganggu aktivitas warga terutama anak-anak sekolah. Terlebih saat musim hujan seperti saat ini.
“Kasihan kalau melihat anak-anak berangkat ke sekolah,” kata Ketua BPD Nglobo, Pudjo, saat di temui di rumahnya, Selasa (20/12/2016).
Jalan tersebut berlubang dan dipenuhi air serta banyak batu berserakan. Sehingga membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan tersebut.
“Kalau tidak hati-hati bisa jatuh,” ucap Pudjo.
Menurutnya, keberadaan kerja sama operasi (KSO) Pertamina EP, PT Geo Cepu Indonesia (GCI) selama tiga tahun ini tidak memberikan dampak baik terhadap lingkungan. Masih banyak ruas jalan di Nglobo yang kondisinya rusak.
“Perhatian GCI terhadap lingkungan sangat kurang,†tegasnya.
Kondisi tersebut berbeda ketika Lapangan Sumur Minyak Tua Nglobo dipegang oleh Pertamina. Pertamina kerap melakukan pengerasan jalan, jika ditemui ada kerusakan. Karena mereka juga ikut memanfaatkan akses jalan tersebut.
“Kalau dengan GCI sangat jauh berbeda,” ungkapnya. “Seharusnya mereka juga bisa lebih perhatian terhadap lingkungan,†lanjut Pudjo.
Kepala Desa Nglobo, Sujatmiko, mengaku belum ada konfirmasi dari pihak GCI. Lokasi yang ditanami pisang tersebut merupakan akses menuju salah satu wilayah pertambangan GCI yang ada di Desa Semanggi, Kecamatan Jepon.
Warga, lanjut dia, sebenarnya hanya ingin jalan sepanjang 12 km yang mengalami rusak parah tersebut diperbaiki.
“Karena dari GCI juga memanfaatkan jalan desa. Terlebih kerap dilalui kendaraan berat,” tuturnya.
Sementara itu, Humas GCI, Sugiharto, saat dihubungi melalui pesan singkat tidak ada balasan. Saat ditelfon hingga lebih dari empat kali terdengar nada sambung tapi tidak.(ams)